SISTEM
INFORMASI MANEJEMEN
DOSEN:
Prof.
Dr. Ir. H. Hapzi Ali, MM
DISUSUN
OLEH
DIHAN
ARCHIKA
43215010036
ABSTRACK
Sistem adalah suatu susunan yang teratur dari kegiatan
yang saling berkaitan dan susunan prosedur yang saling berhubungan, yang
melaksanakan dan mempermudah kegiatan-kegiatan utama suatu organisasi. Infomasi
adalah data yang telah diproses/diolah sehingga memiliki arti atau manfaat yang
berguna.
Sistem Informasi Manajemen (SIM)
merupakan sebuah bidang yang mulai berkembang sejak tahun 1960an. Walau tidak
terdapat konsensus tunggal, secara umum SIM didefinisikan sebagai sistem yang
menyediakan informasi yang digunakan untuk mendukung operasi, manajemen, serta
pengambilan keputusan sebuah organisasi. SIM juga dikenal dengan ungkapan
lainnya seperti: “Sistem Informasi”, “Sistem Pemrosesan Informasi”, “Sistem
Informasi dan Pengambil Keputusan”. SIM menggambarkan suatu unit atau badan
yang khusus bertugas untuk mengumpulkan berita dan memprosesnya menjadi
informasi untuk keperluan manajerial organisasi dengan memakai prinsip sistem.
Dikatakan memakai prinsip sistem karena berita yang tersebar dalam pelbagai
bentuknya dikumpulkan, disimpan serta diolah dan diproses oleh satu badan yang
kemudian dirumuskan menjadi suatu informasi.
Informasi pun memunyai umur, yang dimaksud umur di sini
adalah kapan atau sampai kapan sebuah informasi memiliki nilai/arti bagi
penggunanya. Adanya acuan pada titik waktu tertentu dan pernyataan suatu
perubahan pada suatu waktu. Karakteristik sistem adalah sistem yang mempunyai
komponen-komponen, batas sistem, lingkungan sistem, penghubung, masukan,
keluaran, pengolah dan sasaran
Setiap organisasi
membutuhkan sistem informasi manajemen
untuk membantu manajer dalam mengambil berbagai macam keputusan yang
dibutuhkan. Sistem informasi berperan dalam proses pengambilan keputusan
operasional harian (perencanan jangka pendek) sampai perencanaan jangka
panjang. Pengambilan keputusan merupakan suatu proses yang mencakup beberapa
tahap yang saling terjalin, dan bukanlah merupakan suatu perbuatan yang
terpisah.
Perencanaan Strategis adalah perencanaan yang berhubungan
dengan proses penetapan tujuan, pengalokasian sumber-sumber untuk mencapai
tujuan itu dan kebijakan yang dipakai sebagai pedoman untuk memperoleh,
menggunakan, atau menghilangkan hal-hal tersebut. Perencanaan strategik
cenderung untuk dipusatkan pada masalah-masalah yang tidak terstruktur yang
melibatkan variabel-variabel yang jumlahnya banyak dan parameternya tidak
pasti. Kadang-kadang perencanaan ini disebut perencanaan tingkat normatif
karena keputusan yang dibuat tidak didasarkan pada data statistik, tetapi pada
pertimbangan (judgment) dari para perencana.
TINJAUAN PUSTAKA
Definisi Sistem Informasi
Sistem adalah suatu susunan yang teratur dari
kegiatan yang saling berkaitan dan susunan prosedur yang saling berhubungan,
yang melaksanakan dan mempermudah kegiatan-kegiatan utama suatu organisasi.
Infomasi adalah data yang telah diproses/diolah sehingga memiliki arti atau
manfaat yang berguna.
Sistem Informasi Manajemen (SIM) merupakan sebuah bidang yang
mulai berkembang sejak tahun 1960an. Walau tidak terdapat konsensus tunggal,
secara umum SIM didefinisikan sebagai sistem yang menyediakan informasi yang
digunakan untuk mendukung operasi, manajemen, serta pengambilan keputusan
sebuah organisasi. SIM juga dikenal dengan ungkapan lainnya seperti: “Sistem
Informasi”, “Sistem Pemrosesan Informasi”, “Sistem Informasi dan Pengambil
Keputusan”. SIM menggambarkan suatu unit atau badan yang khusus bertugas untuk
mengumpulkan berita dan memprosesnya menjadi informasi untuk keperluan
manajerial organisasi dengan memakai prinsip sistem. Dikatakan memakai prinsip
sistem karena berita yang tersebar dalam pelbagai bentuknya dikumpulkan,
disimpan serta diolah dan diproses oleh satu badan yang kemudian dirumuskan
menjadi suatu informasi.
Informasi pun memunyai umur, yang
dimaksud umur di sini adalah kapan atau sampai kapan sebuah informasi memiliki
nilai/arti bagi penggunanya. Adanya acuan pada titik waktu tertentu dan
pernyataan suatu perubahan pada suatu waktu.
Kualitas
Informasi tergantung dari 3 hal, yaitu informasi harus :
1. Akurat,
berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak bisa atau
menyesatkan. Akurat juga berarti informasi harus jelas mencerminkan maksudnya.
2. Tepat pada
waktunya, berarti informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat.
3. Relevan,
berarti informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakainya. Relevansi
informasi untuk tiap-tiap orang satu dengan yang lainnya berbeda.
Dari 3 hal tersebut maka akan di
dapatkan sebuah nilai dari informasi tersebut. Nilai informasi ditentukan dari
dua hal, yaitu manfaat dan biaya mendapatkannya. Suatu informasi dikatakan
bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya mendapatkannya.
Sistem informasi adalah kumpulan
informasi di dalam sebuah basis data menggunakan model dan media teknologi
informasi digunakan di dalam pengambilan keputusan bisnis sebuah organisasi. Di
dalam suatu organisasi, informasi merupakan sesuatu yang penting di dalam
mendukung proses pengambilan keputusan oleh pihak manajemen. Sistem ini
memanfaatkan perangkat keras dan perangkat lunak komputer, prosedur manual,
model manajemen dan basis data.
Dari definisi di atas terdapat beberapa kata kunci :
1. Berbasis komputer dan sistem manusia dan mesin
- Berbasis
komputer : perancang harus memahami pengetahuan komputer dan pemrosesan
informasi.
- Sistem manusia
mesin : ada interaksi antara manusia sebagai pengelola dan mesin sebagai
alat untuk memroses informasi. Ada proses manual yang harus dilakukan
manusia dan ada proses yang terotomasi oleh mesin. Oleh karena itu
diperlukan suatu prosedur/manual sistem.
2. Sistem basis data terintegrasi
- Adanya
penggunaan basis data secara bersama-sama (sharing) dalam sebuah data base
manajemen system.
3. Mendukung operasi
- Informasi yang
diolah dan di hasilkan digunakan untuk mendukung operasi organisasi.
Suatu sistem informasi di buat untuk suatu keperluan tertentu
atau untuk memenuhi permintaan penggunaan tertentu, maka struktur dan cara
kerja sistem informasi berbeda-beda bergantung kepada keperluan dan permintaan
yang harus dipenuhi, oleh karena kepentingan yang harus di layani sangat
beraneka ragam, maka sistem informasipun semakin beraneka ragam.
Berbagai bidang dapat di olah melalui sistem informasi,
contohnya, sistem informasi manajemen, sistem informasi akuntansi, sistem
informasi perbankan, dan masih banyak lagi yang lainnya.
Pengembangan sistem dapat berarti
menyusun sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang lama secara
keseluruhan atau untuk memperbaiki sistem yang sudah ada. Sistem yang sudah
lama perlu diperbaiki atau bahkan diganti, dapat disebabkan oleh beberapa hal,
diantaranya yaitu :
1. Kesalahan
yang tidak sengaja, yang menyebabkan kebenaran data kurang terjamin.
2. Tidak
efisiensinya operasi pengolahan data tersebut.
3. Adanya
instruksi-instruksi atau kebijaksanaan yang baru baik dari pemimpin atau dari
luar organisasi seperti peraturan pemerintah.
Dengan sistem informasi masyarakat jadi lebih mudah untuk
memperoleh informasi dengan cepat. Perkembangan sistem informasi pun dari tahun
ke tahun berkembang semakin cepat, dengan di dukung oleh perkembangan teknologi
juga tentunya.
Informasi pada saat ini berkembang sangat cepat, melalui
banyak media, terutama internet. Internet mungkin media lebih efisien dan
praktis dari pada media yang lainnya seperti koran. karena di internet orang
dapat dengan mudah mencari, merubah ataupun menambahkan informasi yang belum
jelas kebenarannya.
Karateristik Sistem
Karakteristik sistem adalah sistem yang mempunyai
komponen-komponen, batas sistem, lingkungan sistem, penghubung, masukan,
keluaran, pengolah dan sasaran. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar
2.2 dibawah ini yang merupakan karakteristik sistem.
1.
Komponen
Elemen-elemen
yang lebih kecil yang disebut sub sistem, misalkan sistem komputer terdiri dari
sub sistem perangkat keras, perangkat lunak dan manusia.
Elemen-elemen
yang lebih besar yang disebut supra sistem. Misalkan bila perangkat keras
adalah sistem yang memiliki sub sistem CPU, perangkat I/O dan memori, maka
supra sistem perangkat keras adalah sistem komputer.
2.
Boundary (Batasan Sistem)
Batas
sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang
lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas sistem ini memungkinkan suatu
sistem dipandang sebagai suatu kesatuan. Batas suatu sistem menunjukkan ruang
lingkup dari sistem tersebut.
3.
Environment (lingkungan Luar Sistem)
Lingkungan
dari sistem adalah apapun di luar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi
sistem. Lingkungan luar sistem dapat bersifat menguntungkan dan dapat juga
bersifat merugikan sistem tersebut. lingkungan luar yang mengutungkan merupakan
energi dari sistem dan dengan demikian harus tetap dijaga dan dipelihara. Sedang
lingkungan luar yang merugikan harus ditahan dan dikendalikan, kalau tidak akan
mengganggu kelangsungan hidup dari sistem.
4.
Interface (Penghubung Sistem)
Penghubung
merupakan media perantara antar sub sistem. Melalui penghubung ini memungkinkan
sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem lainnya. Output
dari satu sub sistem akan menjadi input untuk subsistem yang lainnya dengan
melalui penghubung. Dengan penghubung satu subsistem dapat berinteraksi dengan
sub sistem yang lainnya membentuk satu kesatuan.
5.
Input (Masukan)
Masukan
adalah energi yang dimasukkan ke dalam sistem. Masukan dapat berupa maintenance
input dan sinyal input. Maintenance input adalah energi yang dimasukkan supaya
sistem tersebut dapat beroperasi. Sinyal input adalah energi yang diproses
untuk didapatkan keluaran.
6.
Output (Keluaran)
Keluaran
adalah hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang
berguna dan sisa pembuangan. Keluaran dapat merupakan masukan untuk subsistem
yang lain atau kepada supra sistem.
7.
Proses (Pengolahan Sistem)
Suatu
sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah atau sistem itu sendiri sebagai
pengolahnya. Pengolah yang akan merubah masukan menjadi keluaran. Suatu sistem
produksi akan mengolah masukan berupa bahan baku dan bahan-bahan yang lain
menjadi keluaran berupa barang jadi.
8.
Objective and Goal (Sasaran dan Tujuan Sistem)
Suatu
sistem pasti mempunyai tujuan atau sasaran. Kalau suatu sistem tidak mempunyai
sasaran, maka operasi sistem tidak akan ada gunanya. Sasaran dari sistem sangat
menentukan sekali masukan yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan
dihasilkan sistem. Suatu sistem dikatakan berhasil bila mengenai sasaran atau
tujuannya.
PERANAN SISTEM INFORMASI DALAM BISNIS
System
informasi mempunyai 3 tugas utama dalam sebuah organisasi, yaitu:
·
Mendukung kegiatan-kegiatan usaha/operasional
·
Mendukung pengambilan keputusan manajemen
·
Mendukung persaingan keuntungan strategis
Beberapa
sistem informasi dapat diklasifikasikan sebagai sistem informasi operasi atau
manajemen, sementara yang lainnya menjalankan berbagai macam fungsi.
1.
Peranan Proses Bisnis Dan Operasional
Peranan
sistem informasi untuk operasi bisnis adalah untuk memproses transaksi bisnis,
mengontrol proses industrial, dan mendukung komunikasi serta produktivitas
kantor secara efisien.
a.
Transaction Processing Systems (TPS)
TPS
berkembang dari sistem informasi manual untuk sistem proses data dengan bantuan
mesin menjadi sistem proses data elektronik (electronic data processing systems).
TPS mencatat dan memproses data hasil dari transaksi bisnis, seperti penjualan,
pembelian, dan perubahan persediaan/inventori. TPS menghasilkan berbagai
informasi produk untuk penggunaan internal maupun eksternal. Sebagai contoh,
TPS membuat pernyataan konsumen, cek gaji karyawan, kuitansi penjualan, order
pembelian, formulir pajak, dan rekening keuangan.
b.
Process Control Systems (PCS)
Sistem
informasi operasi secara rutin membuat keputusan yang mengendalikan proses
operasional, seperti keputusan pengendalian produksi. Hal ini melibatkan
process control systems (PCS) yang keputusannya mengatur proses produksi fisik
yang secara otomatis dibuat oleh komputer. Kilang minyak petroleum dan assembly
lines dari pabrik-pabrik yang otomatis menggunakan sistem ini.
c.
Office Automation Systems (OAS)
OAS
mengumpulkan, memproses, menyimpan, dan mengirim data dan informasi dalam
bentuk komunikasi kantor elektronik. Contoh dari office automation (OA) adalah
word processing, surat elektronik. electronic mail, teleconferencing, dan
lain-lain.
2.
Peranan Pengambilan Keputusan
Sistem
Informasi Manajemen menyediakan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan
manajemen. Sistem ini terdiri atas beberapa tipe, yaitu:
a.
Laporan spesifikasi dan rencana awal untuk para manajer dikerjakan oleh
information reporting systems ( sistem pelaporan informasi).
b.
Dukungan ad hoc dan interaktif untuk pengambilan keputusan oleh manajer
dikerjakan oleh decision support systems (sistem pendukung keputusan).
c.
Informasi kritikal untuk manajemen atas ditetapkan oleh executive information
systems ( sistem informasi eksekutif)
d.
Nasehat pakar untuk pengambilan keputusan operasional atau manajerial
ditetapkan oleh expert systems (sistem pakar) dan knowledge-based information
systems (sistem informasi berbasis pengetahuan lainnya).
e.
Dukungan langsung dan terus untuk aplikasi operasional dan manajerial dari end
users ditetapkan oleh end user computing systems.
f.
Aplikasi operasional dan manajerial dalam mendukung fungsi bisnis ditetapkan
oleh business function information systems.
g.
Produk dan layanan jasa yang bersaing untuk mencapai keuntungan strategis
ditetapkan oleh strategic information systems.
Dalam
dunia kerja nyata, sistem informasi yang digunakan merupakan kombinasi dari berbagai
macam sistem informasi yang telah disebutkan di atas. Pada prakteknya, berbagai
peranan tersebut diintegrasi menjadi suatu gabungan atau fungsi-silang.
cross-functional sistem informasi yang menjalankan berbagai fungsi.
3.
Peranan Persaingan Keuntungan Strategis
Sistem
informasi dapat memainkan peran yang besar dalam mendukung tujuan strategis
dari sebuah perusahaan. Sebuah perusahaan dapat bertahan dan sukses dalam waktu
lama jika perusahaan itu sukses membangun strategi untuk melawan kekuatan
persaingan yang berupa :
ü Persaingan dari para pesaing yang berada di industri yang
sama,
ü Ancaman dari perusahaan baru,
ü Ancaman dari produk pengganti,
ü Kekuatan tawar-menawar dari konsumen, dan
ü Kekuatan tawar-menawar dari pemasok.
Beberapa
strategi bersaing yang dapat dibangun untuk memenangkan persaingan adalah:
§ Cost leadership. keunggulan biaya-menjadi produsen produk
atau jasa dengan biaya rendah.
§ Product differentiation. perbedaan produk-mengembangkan
cara untuk menghasilkan produk atau jasa yang berbeda dengan pesaing.
§ Innovation-menemukan cara baru untuk menjalankan usaha,
termasuk di dalamnya pengembangan produk baru dan cara baru dalam memproduksi
atau mendistribusi produk dan jasa.
MANFAAT STRATEGIS UNTUK SISTEM INFORMASI
Manfaat
sistem informasi manajemen. SIM dapat menolong perusahaan untuk :
1.
Meningkatkan Efisiensi Operasional
Investasi
di dalam teknologi sistem informasi dapat menolong operasi perusahaan menjadi
lebih efisien. Efisiensi operasional membuat perusahaan dapat menjalankan
strategi keunggulan biaya low-cost leadership.
Dengan
menanamkan investasi pada teknologi sistem informasi, perusahaan juga dapat
menanamkan rintangan untuk memasuki industri tersebut (barriers to entry)
dengan jalan meningkatkan besarnya investasi atau kerumitan teknologi yang
diperlukan untuk memasuki persaingan pasar. Selain itu, cara lain yang dapat
ditempuh adalah mengikat (lock in) konsumen dan pemasok dengan cara membangun
hubungan baru yang lebih bernilai dengan mereka.
2.
Memperkenalkan Inovasi Dalam Bisnis
Penggunaan
ATM. automated teller machine dalam perbankan merupakan contoh yang baik dari
inovasi teknologi sistem informasi. Dengan adanya ATM, bank-bank besar dapat
memperoleh keuntungan strategis melebihi pesaing mereka yang berlangsung
beberapa tahun.
Penekanan
utama dalam sistem informasi strategis adalah membangun biaya pertukaran
(switching costs) ke dalam hubungan antara perusahaan dengan konsumen atau
pemasoknya. Sebuah contoh yang bagus dari hal ini adalah sistem reservasi
penerbangan terkomputerisasi yang ditawarkan kepada agen perjalanan oleh
perusahaan penerbangan besar. Bila sebuah agen perjalanan telah menjalankan
sistem reservasi terkomputerisasi tersebut, maka mereka akan segan untuk
menggunakan sistem reservasi dari penerbangan lain.
3.
Membangun Sumber-Sumber Informasi Strategis
Teknologi
sistem informasi memampukan perusahaan untuk membangun sumber informasi
strategis sehingga mendapat kesempatan dalam keuntungan strategis. Hal ini
berarti memperoleh perangkat keras dan perangkat lunak, mengembangkan jaringan
telekomunikasi, menyewa spesialis sistem informasi, dan melatih end users.
Sistem
informasi memungkinkan perusahaan untuk membuat basis informasi strategis
(strategic information base) yang dapat menyediakan informasi untuk mendukung
strategi bersaing perusahaan. Informasi ini merupakan aset yang sangat berharga
dalam meningkatkan operasi yang efisien dan manajemen yang efektif dari
perusahaan. Sebagai contoh, banyak usaha yang menggunakan informasi berbasis
komputer tentang konsumen mereka untuk membantu merancang kampanye pemasaran
untuk menjual produk baru kepada konsumen.
Fungsi
dari sistem informasi tidak lagi hanya memproses transaksi, penyedia informasi,
atau alat untuk pengambilan keputusan. Sekarang sistem informasi dapat berfungsi
untuk menolong end user manajerial membangun senjata yang menggunakan teknologi
sistem informasi untuk menghadapi tantangan dari persaingan yang ketat.
Penggunaan yang efektif dari sistem informasi strategis menyajikan end users
manajerial dengan tantangan manajerial yang besar
Konsep Dasar Keunggulan Kompetitif
Keunggulan kompetitif adalah keunggulan yang dimiliki
oleh perusahaan dimana keunggulannya dipergunakan untuk berkompetisi dan
bersaing dengan perusahaan lainnya untuk meningkatkan value (nilai) perusahaan
baik dalam hal peningkatan laba maupun citra perusahaan. Contoh
perusahaan-perusahaan telekomunikasi berusaha untuk mendapatkan konsumen
sebanyak-banyaknya dengan cara berkompetisi sesuai dengan keunggulan yang
dimilikinya.
Dalam upaya mencapai
keunggulan kompetitif, perusahaan harus
menghadapi tantangan bahkan
tekanan-tekanan internal dan eksternal perusahaan. Salah satu
pendekatannya adalah bagaimana mengefektifkan potensi sumberdaya yang ada, bisa
melalui peningkatan kualitas produk dan layanan kepada pelanggan, maupun
melalui pemanfaatan kemajuan teknologi informasi.
Strategi bersaing merupakan upaya mencari posisi bersaing
yang menguntungkan dalam suatu industry. Strategi bersaing bertujuan membina
posisi yang menguntungkan dan kuat dalam melawan kekuatan yang menentukan
persaingan dalam industri.
Kompetisi merupakan karakteristik positif dalam bisnis,
persaingan alami dan sehat adalah pendukung majunya suatu pasar. Persaingan ini
mendorong upaya untuk mendapatkan keunggulan kompetitif di pasar, oleh
karenanya diperlukan kemampuan kompetitif yang signifikan pada berbagai bagian
dari perusahaan. Hal ini ditujukan untuk menjaga bisnis terhadap ancaman
pendatang baru.
Lima strategi kompetensi dasar dalam bersaing yakni:
Menjadi produsen rendah biaya dalam menghasilkan barang
dan jasa, atau membantu menurunkan biaya bagi pemasok dan pelanggan, sehingga
pesaing memiliki biaya produksi yang lebih tinggi
·
Strategi Diferensiasi (differentiation
strategy)
Mengembangkan cara-cara untuk membedakan produk dan
layanan dari para pesaing atau mengurangi keunggulan diferensiasi dari pesaing.
Strategi ini memungkinkan perusahaan untuk fokus pada produk atau jasa untuk
memberikan keuntungan dalam segmen pasar yang unik/niche market.
·
Strategi Inovasi (innovation strategy)
Menemukan cara baru dalam melakukan bisnis. Strategi ini
dapat melibatkan pengembangan produk dan atau jasa yang unik guna memasuki
pasar yang unik /niche market. Hal ini juga dapat melibatkan perubahan radikal
dalam proses bisnis untuk memproduksi atau mendistribusikan produk dan layanan
dari mayoritas jenis dan cara yang ada.
·
Strategi Pertumbuhan (growth strategy)
Secara signifikan memperluas kapasitas perusahaan untuk
menghasilkan barang dan jasa, ekspansi ke pasar global, diversifikasi ke produk
dan jasa baru, atau mengintegrasikan ke dalam produk dan jasa terkait.
·
Strategi Aliansi (alliance strategy)
Membentuk hubungan bisnis baru/aliansi dengan pelanggan,
pemasok, pesaing, konsultan, dan perusahaan lain. Hubungan ini bisa berupa
merger, akuisisi, usaha patungan, pembentukan "perusahaan virtual,"
atau pemasaran lainnya, manufaktur, atau perjanjian distribusi antara pelaku
usaha dengan mitra dagangnya.
Investasi didalam teknologi informasi dapat mendukung
perusahaan dalam bersaing, berikut adalah gambaran peran teknologi informasi
dan contoh penerapannya.
1. Penerapan teknologi informasi akan meminimalkan biaya
bisnis proses, baik
dalam
hubungannya dengan konsumen maupun supplier.
2. Meningkatkan service / layanan yang diberikan kepada
pelanggan.
3. Pemanfaatan teknologi informasi meminimalkan pesaing.
4. Inovasi produk baru yang melibatkan teknologi
informasi sebagai komponennya.
5. Menciptakan pasar yang baru.
6. Meningkatkan kualitas dan efisiensi serta
mempersingkat waktu layanan
pelanggan,
7. Menggunakan IT untuk pengembangan bisnis (business
development), mengatur
bisnis secara
regional dan global.
8. Membangun system informasi yang terhubung dengan internet
dan extranet untuk
support
hubungan bisnis dengan costumer, supplier, subcontractor, dsb.
Peran Sistem
Informasi Manajemen Dalam Sebuah Perusahaan
Peranan Sistem Informasi dan Teknologi Informasi Dalam
Perusahaan
Sistem informasi dan teknologi informasi memberikan empat
peran utama di dalam organisasi bisnis (perusahaan) yaitu untuk meningkatkan:
1) Efisiensi.
Efisiensi artinya menggantikan peran manusia dengan
teknologi informasi sehingga memudahkan pekerjaan dan mempercepat pekerjaan.
2) Efektivitas.
Sistem informasi ini digunakan oleh pimpinan untuk
pengambilan keputusan yang lebih efektif berdasarkan informasi yang akurat,
tepat waktu, relevan, mudah, murah dan handal.
3) Komunikasi.
Untuk memudahkan komunikasi dan mempercepat pengambilan
suatu keputusan dapat digunakan email atau teleconference.
4) Kompetitif.
Kompetitif, artinya digunakan untuk meningkatkan daya
saing perusahaan di dalam era persaingan yang semakin ketat ini.
Contoh pemanfaatan teknologi informasi dalam perusahaan :
Kebutuhan efisiensi waktu dan biaya menyebabkan setiap
pelaku usaha merasa perlu menerapkan teknologi informasi dalam lingkungan
kerjanya. Penerapan Teknologi informasi dan komunikasi tentu akan berdampak
pada perubahan kebiasaan kerja. Contoh :
penggunaan intranet untuk helpdesk technical support yang memanfaatkan
teknologi Local Area Netwok akan meminimalkan penggunaan kertas kerja pada
operasional bisnis perusahaan. Selain itu pemanfaatan internet sebagai sarana
untuk website perusahaan yang berfungsi sebagai online company profile juga
akan meminimalkan anggaran keuangan perusahaan untuk mencetak company profile,
bahkan dengan adanya website tersebut akan meningkatkan good corporate image
terhadap pesaing, partner bisnis dan konsumennya.
Dengan adanya internet juga dapat digunakan untuk
komunikasi antar karyawan dalam divisi yang sama maupun berbeda divisi bahkan
untuk komunikasi dengan konsumen dan partner bisnisnya dapat menggunakan email
dan messenger. Hal ini tentu dapat meminimalkan penggunaan kertas dan biaya
telepon / fax, juga dapat mengurangi biaya transport untuk visit ke konsumen.
Penggunaan computer juga memudahkan pekerjaan karyawan
perusahaan, karena pekerjaan menjadi lebih cepat selesai dengan tingkat
kesalahan yang minim. Apalagi jika perusahaan menerapkan computer based
information system dimana system informasi perusahaan tersebut dibuat
sedemikian rupa saling terhubung (integrated) dan mengotomatiskan
pekerjaan-pekerjaan rutin operasional, seperti misalnya pencetakan kwitansi akan
terhubung langsung dengan laporan keuangan perusahaan.
Keuntungan-keuntungan penerapan teknologi IT di
perusahaan adalah :
1. Efisiensi tenaga kerja karena pekerjaan yang manual
diotomatiskan.
2. Memperpendek rantai birokrasi dan waktu kerja sehingga
berpengaruh pada penghematan biaya.
3. Dengan tersedianya data dan informasi yang up to date
maka pengambilan keputusan dapat lebih cepat, sehingga menjadikan perusahaan
lebih kompetitif terhadap pesaingnya.
4. Penghematan biaya pemasaran dan promosi produk dan
jasa yang ditawarkan perusahaan, karena menggunakan website perusahaan yang
juga berfungsi sebagai online company profile dan memperluas pangsa pasar.
5. Dengan penerapan teknologi informasi pada operasional
perusahaan maka system dapat terintegrasi di semua bagian sehingga dapat
memudahkan arus informasi dan kecepatan respon terhadap suatu masalah.
Jadi dengan pemanfaatan teknologi informasi maka akan
memudahkan arus informasi secara internal maupun eksternal perusahaan,
meminimalkan resiko factor human error dan efisiensi di segala bidang, tentunya
hal ini akan berpengaruh pada margin keuntungan yang didapat perusahaan secara
akumulatif.
Selain itu peran teknologi IT dalam perusahaan adalah
menciptakan value (nilai tambah) bagi pelanggan perusahaan, dimana dengan
penerapan IT maka layanan kepada pelanggan makin cepat dan baik sehingga
pelanggan puas dengan pelayanan yang diterimanya, hal itu dapat menciptakan
loyalitas sehingga pelanggan tersebut bersedia menjadi konsumennya untuk jangka
panjang. Loyalitas pelanggan merupakan hal yang didambakan oleh tiap perusahaan
karena mempengaruhi stabilitas income perusahaan.
Peranan Sistem Informasi Manajemen dalam
Pengambilan Keputusan Seorang Manajer
Setiap organisasi membutuhkan sistem informasi manajemen untuk membantu manajer dalam mengambil berbagai macam keputusan yang
dibutuhkan. Sistem informasi berperan dalam proses pengambilan keputusan
operasional harian (perencanan jangka pendek) sampai perencanaan jangka
panjang. Pengambilan keputusan merupakan suatu proses yang mencakup beberapa
tahap yang saling terjalin, dan bukanlah merupakan suatu perbuatan yang
terpisah.
Kegiatan
perencanaan dan pengendalian manajemen dibagi atas tiga macam yaitu: kontrol
operasional, kontrol manajemen, dan perencanaan stategi. Pengendalian
operasional adalah proses penempatan agar kegiatan operasional dilaksanakan
secara efektif dan efisien. Pengendalian operasional menggunakan prosedur dan
aturan keputusan yang telah ditentukan lebih dahulu dalam jangka waktu yang
relatif pendek. Dukungan pengolahan untuk pengendalian operasional terdiri
atas: pengolahan transaksi, pengolahan laporan, dan pengolahan pertanyaan.
Ketiga jenis pengolahan berisikan berbagai macam pembuatan keputusan yang
melaksanakan aturan keputusan yang telah disetujui atau menyajikan suatu
keluhan yang mengeluarkan yang akan diambil.
Perencanaan
Strategis adalah perencanaan yang berhubungan dengan proses penetapan tujuan,
pengalokasian sumber-sumber untuk mencapai tujuan itu dan kebijakan yang
dipakai sebagai pedoman untuk memperoleh, menggunakan, atau menghilangkan
hal-hal tersebut. Perencanaan strategik cenderung untuk dipusatkan pada
masalah-masalah yang tidak terstruktur yang melibatkan variabel-variabel yang
jumlahnya banyak dan parameternya tidak pasti. Kadang-kadang perencanaan ini
disebut perencanaan tingkat normatif karena keputusan yang dibuat tidak
didasarkan pada data statistik, tetapi pada pertimbangan (judgment) dari para
perencana.
Rencana
Strategis yang sudah rampung akan meliputi sasaran-sasaran yang jelas, yang
berhubungan dengan :
Bidang
usaha yang dipilih
Pasar
produk dan jasa yang dipilih dan luas daerah yang dibutuhkan bagi setiap pasar.
Hasil
investasi bagi setiap bidang usaha, pasar dan produk, dan sasaran yang terinci
bagi setiap lapangan yang merupakan penghasil pokok.
Keputusan
mengenai penarikan modal (investasi) dari aktivitas yang tidak menguntungkan
atau aktivitas yang tidak lagi sesuai dengan bentuk perusahaan yang
direncanakan.
Keputusan
mengenai diversifikasi melalui :
o Riset dan pengembangan atau
o Merger atau akuisisi atau kedua-duanya.
Alokasi
sumber-sumber kepada setiap unsur strategi dan suatu jadwal hasil.
Perencanaan
Manajerial adalah perencanaan yang ditujukan untuk mengarahkan jalannya
pelaksanaan, sehingga tujuan yang telah ditetapkan itu dapat dicapai secara
efektif dan efisien. Perencanaan ini menggunakan data statistik dan sebagian
pertimbangan akal sehat (common sense) serta mempunyai cakupan semua aspek
operasi sistem yang harus mematuhi kebijakan-kebijakan yang telah ditetapkan
pada tingkat perencanaan strategik.
Perencanaan
Operasional adalah perencanaan yang memusatkan perhatian pada apa yang akan
dikerjakan pada tingkat pelaksanaan di lapangan dari suatu rencana manajerial.
Perencanaan ini bersifat spesifik dan berfungsi untuk memberikan petunjuk
konkrit tentang bagaimana suatu program atau proyek harus dilaksanakan menurut
aturan, prosedur, dan ketentuan lain yang telah ditetapkan secara jelas
sebelumnya. Perencanaan ini tidak banyak meminta pertimbangan individual (individual
judgment) karena berdasarkan pada data kuantitatif yang dapat diukur
Sebagai
contoh pada suatu perusahaan Informasi pengendalian manajemen diperlukan oleh
berbagai manajer bagian, pusat laba dan sebagainya untuk mengukur prestasi,
memutuskan tindakan pengendalian, merumuskan aturan keputusan baru untuk
ditetapkan personalian operasional dan mengalokasikan sumber daya. Proses
pengendalian manajemen memerlukan jenis informasi yang berkaitan dengan tingkat
ketelitian yang lebih tinggi menyangkut: pelaksanaan yang direncanakan, alasan
adanya perbedaaan, dan analisa atas keputusan atau arah tindakan yang mungkin.
Dalam
mendukung kegiatan pengambilan keputusan dalam organisasi diperlukan keamanan informasi. Keamanan informasi
terdiri dari perlindungan terhadap aspek-aspek berikut:
1.
Confidentiality (kerahasiaan) aspek yang
menjamin kerahasiaan data atau informasi, memastikan bahwa informasi hanya
dapat diakses oleh orang yang berwenang dan menjamin kerahasiaan data yang dikirim,
diterima dan disimpan.
2.
Integrity (integritas) aspek yang menjamin
bahwa data tidak dirubah tanpa ada ijin fihak yang berwenang (authorized),
menjaga keakuratan dan keutuhan informasi serta metode prosesnya untuk menjamin
aspek integrity ini.
3.
Availability (ketersediaan) aspek yang
menjamin bahwa data akan tersedia saat dibutuhkan, memastikan user yang berhak
dapat menggunakan informasi dan perangkat terkait (aset yang berhubungan
bilamana diperlukan).
Penerapan system
informasi manejemen dalam PT. XYZ
Strategi perusahaan merupakan bagian penting untuk
mencapai tujuan perusahaan dan menjadi pedoman dalam penyusunan strategi bagi
unit-unit bisnis di bawahnya. Pengembangan sistem informasi (SI) perusahaan
yang didukung oleh penggunaan teknologi informasi (TI) bisa menjadi salah satu
strategi dalam meningkatkan daya saing perusahaan. Apabila sebelumnya peranan
SI hanya berfungsi sebagai penunjang dalam hal efisiensi biaya operasional,
meningkatkan ketepatan dan produktivitas operasi dari berbagai fungsi
perusahaan, maka sekarang dapat ditingkatkan perannya sebagai salah satu alat
strategis untuk meningkatkan daya saing. Namun pengembangan strategi SI harus
disesuaikan dengan strategi perusahaan agar peran dan fungsi SI tersebut dapat
meningkat dan pada akhirnya meningkatkan nilai perusahaan itu sendiri.
PT. XYZ memiliki permasalahan dimana unit-unitnya
tersebar di berbagai daerah di pulau Jawa, Sumatera, dan Sulawesi, dan mulai
dirasakan perlunya sistem informasi yang terintegrasi untuk membantu
meningkatkan kinerja operasional perusahaan. Belum adanya sebuah sistem yang
dapat membantu mempercepat pengambilan keputusan pada level manajemen puncak,
untuk dapat memudahkan proses perencanaan, pengendalian dan pengawasan, serta
peningkatan tingkat ketersediaan produk kepada konsumen juga menjadi kendala
bagi para pimpinan perusahaan. Selain itu, seiring dengan berkembangnya
perusahaan, mutasi (perpindahan) pegawai atau habisnya masa tugas para tenaga
ahli (expert) di perusahaan juga membentuk sebuah fenomena “knowledge drain”
dimana terdapat jenjang yang cukup jauh di antara karyawan baru dan karyawan
yang sudah berpengalaman. PT. XYZ tidak ingin hal semacam itu terus
berlangsung, karena knowledge merupakan aset yang sangat berharga bagi
perusahaan. Untuk itu diperlukan sebuah rencana strategis bagi pengembangan
sistem informasi di PT. XYZ untuk menjawab permasalahan-permasalahan di atas.
Makalah ini menjelaskan proses dan hasil penyusunan rencana strategis tersebut
dimana untuk kepentingan perusahaan maka nama perusahaan terpaksa disamarkan.
Metodologi yang diacu dalam penyusunan rencana strategis sistem informasi
adalah metodologi yang diusulkan oleh Ward dan Peppard (2002).
Strategi Sistem Informasi
Strategi SI merupakan salah satu hasil dari
proses analisis terhadap SI, TI, kebutuhan bisnis, informasi serta arah
perkembangan TI ke depan. Strategi SI yang dibangun haruslah sesuai dengan
strategi perusahaan keseluruhan dalam rangka mendukung tercapainya tujuan
bisnis perusahaan. Gambar 3 menunjukkan strategi sistem informasi PT. XYZ yang
memberikan arah bagi pengembangan aplikasi sistem informasi ke depan.
Aplikasi-aplikasi yang dibangun haruslah dapat menyajikan informasi yang
benar-benar berguna bagi perusahaan. Untuk menentukan solusi aplikasi system
informasi digunakan metode pemetaan kebutuhan informasi yang dikemukakan oleh
Ward dan Peppard (2002). Dari hasil pemetaan terhadap kebutuhan informasi
tersebut diusulkan agar dilakukan optimalisasi penggunaan, pengembangan, dan
penggantian terhadap aplikasi yang sedang berjalan serta pembuatan aplikasi
sistem informasi baru.
Ellipse, Pada saat ini hampir semua pencatatan yang
bersifat transaksional dilakukan dengan menggunakan sistem informasi Ellipse
dimana PT. XYZ menggunakan lima modul utama, yaitu Finance, Operation, Maintenance, Supply Chain Management (SCM),
dan Human Resource (HR).
Finance. Pencatatan transaksi
keuangan PT. XYZ sudah dilakukan dengan baik pada modul Finance di Ellipse, termasuk pencatatan
konsolidasi laporan keuangan dari anak perusahaan PT. XYZ. Namun data
transaksional keuangan ini belum dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk
proses analisis lebih lanjut ke dalam sistem informasi eksekutif, yang dalam
hal ini adalah Business Intelligence (BI) PT.
XYZ. Pelaporan kinerja keuangan selama ini baru dilakukan oleh aplikasi PB-View, oleh karena itu diperlukan optimalisasi
penggunaan data keuangan yang diharapkan bias digunakan pada data warehouse untuk mempermudah proses analisis
dan mendukung BI PT. XYZ.
Operation. Pencatatan transaksi
operasional dari work order, penggunaan material,
aktivitas produksi, hingga prosedur operasional sudah dilakukan dengan baik
dalam modul operation Ellipse. Namun
pencatatan data unit fasilitas tidak dapat dilakukan dikarenakan keterbatasan
fungsi modul dan terpisahnya data Ellipse, Manajemen Energi, dan Gatecycle, sehingga analisis tidak dapat dilakukan
secara maksimal Oleh karena itu diperlukan optimalisasi penggunaan data operasi
yang diharapkan bisa digunakan sebagai masukan ke dalam data warehouse, yang akan menggabungkan data dari
beberapa aplikasi untuk mempermudah proses analisis dan mendukung BI PT. XYZ.
Maintenance. Pencatatan transaksi
pemeliharaan dari work order, kebutuhan material dan
sumber daya manusia, aktivitas pemeliharaan, prosedur operasional pemeliharaan,
hingga rencana pemeliharaan sudah dilakukan dalam modul maintenance Ellipse. Namun modul maintenance Ellipse ini hanya dapat menentukan
batas maksimum dan batas minimum waktu pemeliharaan berkala sehingga harus
dibantu oleh aplikasi terpisah yaitu Pdm-software. Hal
ini
membuat proses analisis menjadi tidak
maksimal, untuk itu diharapkan bisa dimasukkan ke dalam data warehouse untuk mempermudah proses analisis
dan mendukung BI PT. XYZ.
Supply Chain Management. Pencatatan seluruh
transaksi material dan bahan bakar PT. XYZ sudah dilakukan dengan baik pada
modul SCM Ellipse, termasuk di dalamnya pencatatan work order, pemesanan dan pembelian material dan bahan
bakar, penerimaan dan proses register material dan bahan bakar hingga
menjadi catalogue persediaan penyimpanan, pengeluaran
material dan bahan bakar, hingga inventory tracking.
Namun, pelaporan kinerja SCM selama
ini masih dilakukan oleh aplikasi PB-View. Dengan adanya BI,
diharapkan pelaporan kinerja akan lebih terintegrasi.
Human Resource. Pada saat ini pencatatan
transaksional yang dilakukan modul HR Ellipse baru
sebatas pada data karyawan, penggajian, dan penilaian kinerja. Dibutuhkan
penambahan fungsi establishment, resourcing, work force
planning, serta training agar
modul HR ini dapat berfungsi secara maksimal untuk
mendukung strategi bisnis perusahaan. Penambahan fungsi tersebut akan
mempermudah perencanaan, pengembangan, pelatihan dan kaderisasi angkatan kerja
untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia. Penambahan fungsi training yang terintegrasi pada modul HR juga membantu menentukan pelatihan yang
dibutuhkan oleh karyawan agar kompetensinya terpenuhi.
Manajemen Energi. Pencatatan terhadap
indikator kinerja, jam operasional unit produksi, jumlah penggunaan bahan
bakar, laju bahan bakar, hasil produksi, dan segala sesuatu mengenai teknis
produksi selama ini sudah dilakukan dengan baik oleh aplikasi yang dikembangkan
sendiri oleh PT. XYZ yang dinamakan dengan Manajemen Energi. Namun data dari
Manajemen Energi ini juga belum dapat digunakan secara maksimal karena
dibutuhkan data dukungan lainnya dari aplikasi Ellipse serta Gatecycle untuk melakukan analisis lebih lanjut.
Untuk itu harus dilakukan optimalisasi penggunaan data Manajemen Energi ke
dalam data warehouse untuk mendukung BI PT. XYZ.
Gatecycle. Aplikasi Gatecycle berfungsi untuk membuat pemodelan dan
simulasi efisiensi, losses, proses
ideal, beban ideal, dan sebagainya. Pemodelan ideal unit pembangkit ini
dilakukan berdasarkan variabel-variabel yang dapat mempengaruhi proses produksi
dari unit produksi seperti kondisi operasi selama ini, kualitas masukan bahan
bakar, laju bahan bakar, jenis bahan bakar, beban produksi, dan lain-lain.
Aplikasi ini berjalan sendiri, untuk itu diharapkan dilakukan pengembangan
aplikasi agar dapat mengambil data langsung dari basisdata Manajemen Energi,
serta dibuatkan sebuah basisdata pendukung untuk mencatat hasil pemodelan dan
simulasi Gatecycle.
Pdm Software. Aplikasi yang digunakan
sebagai pendukung modul maintenance Ellipse
ini digunakan untuk melakukan analisis preventive, predictive,
dan corrective pemeliharaan unit produksi. Sama
seperti aplikasi transaksional lainnya, data dari aplikasi Pdm Software ini belum dapat digunakan untuk
analisis tingkat lanjut. Karena itu harus dilakukan optimalisasi data ke
dalam data warehouse, yang akan menggabungkan data dari
beberapa aplikasi khususnya Ellipse untuk mempermudah proses analisis dan
mendukung BI PT. XYZ.
Pro-Sim. Aplikasi ini melakukan
analisis terhadap tren kebutuhan produk dan pemetaan beban produk. Penggunaan
aplikasi ini dinilai belum maksimal karena penggunaannya lebih kepada validasi
terhadap hasil analisis yang dilakukan oleh unit kerja. Ke depannya, aplikasi
ini diharapkan dapat digunakan dengan lebih optimal untuk melihat
peluangpeluang peningkatan produksi ke depannya. Selain itu juga dilakukan
optimalisasi data hasil analisis Pro-Sim ke
dalam data warehouse, yang akan menggabungkan data dari
beberapa aplikasi khususnya Ellipse, Manajemen Energi, dan Gatecycle untuk mendukung BI PT. XYZ
PB-View. Aplikasi pelaporan yang
digunakan PT. XYZ saat ini adalah PB-View. Aplikasi
ini dinilai kurang karena tidak dapat memenuhi kebutuhan dalam memberikan
laporan secara real-time karena tidak
terhubung langsung ke dalam basisdata aplikasi-aplikasi operasional dan tidak
dapat melakukan pelaporan yang mendalam. Diusulkan untuk mengganti aplikasi ini
dengan aplikasi corporate dashboard yang
didukung oleh BI sehingga proses
pelaporan real-time serta pelaporan
lebih mendalam dengan fitur drill-down dapat
dilakukan.
Office Automation. Penggunaan Office Automation untuk mendukung operasional
sehari-hari pada saat ini dirasa cukup memuaskan. Dalam rencana sistem
informasi, diusulkan aplikasi Office Automation untuk
bersinergi dengan aplikasi Knowledge Management untuk
penyebaran informasi dan pengetahuan yang lebih lengkap dan akurat. Selain
usulan optimalisasi penggunaan dan penambahan fitur dari aplikasi yang sudah
berjalan, diusulkan pula penambahan beberapa aplikasi sebagai berikut:
Knowledge Management. Aplikasi knowledge management PT. XYZ nantinya akan
mendukung fungsi e-Learning, Document Sharing (Online-magazine,
E-Library, Personel-Group-Corporate document, Online Discussion), dan Collaboration. Aplikasi ini akan memberikan
beberapa manfaat bagi PT. XYZ seperti peningkatan kemampuan pengambilan
keputusan, sehingga dapat meningkatkan respon terhadap pelanggan, meningkatkan
cara kerja serta proses di perusahaan, serta menciptakan pemerataan
pengetahuan.
Data Warehouse. Keuntungan penggunaan data warehouse bagi PT. XYZ, yaitu:
1. Sebuah data warehouse berisi data penting yang dibutuhkan
PT. XYZ, seperti: data keuangan, operasional, pemeliharaan pembangkit, SCM, sumber daya manusia, manajemen energi, knowledge management, dan lain-lain. Hal ini akan
mempermudah PT. XYZ dalam menyusun laporan atau melakukan analisis terhadap
informasi yang berasal dari satu atau lebih sumber data.
2. Dengan penggunaan data warehouse, seluruh data yang tidak konsisten yang
dikelola oleh unit teknologi informasi PT. XYZ dapat diidentifikasi dan
diperbaiki. Ini akan menyederhanakan proses pelaporan dan analisis.
3. Data warehouse PT. XYZ nantinya akan
menggunakan data yang terpisah dari basisdata operasional PT. XYZ, sehingga
proses pembuatan laporan dan analisis dapat dilakukan tanpa mengganggu atau
menghambat proses dan sistem operasional bisnis PT. XYZ.
4. Data warehouse PT. XYZ nantinya akan
memfasilitasi penggunaan aplikasi pendukung pengambilan keputusan, dalam hal
ini business intelligence dan corporate dashboard yang akan menyediakan
informasi seperti laporan tren, laporan
kinerja dan sebagainya sesuai dengan tujuannya.
5. Data operasional serta
informasi PT. XYZ dapat disimpan dengan aman untuk waktu yang lama dan dalam
jumlah yang besar dalam data warehouse,
walaupun sistem sumber data mengalami masalah atau sudah tidak digunakan lagi.
Business Intelligence. Business intelligence PT. XYZ nantinya diharapkan dapat
melakukan otomatisasi analisis terhadap data yang dimiliki PT. XYZ untuk
mendukung pengambilan keputusan seperti tren kebutuhan produk, risiko, kinerja
unit produksi, rencana pemeliharaan fasilitas produksi, menemukan indikator-indikator
dan pattern yang mempengaruhi produksi yang selama ini
belum diketahui, serta kinerja perusahaan. Business analytical merupakan
bagian terpenting dari business Intelligence yang
terdiri dari kumpulan aplikasi, teknik, dan proses untuk melakukan manipulasi,
penambangan, dan analisis terhadap data yang ada di data warehouse.
Corporate Dashboard. Corporate dashboard memungkinkan
tingkat manajemen PT. XYZ untuk memonitor kinerja perusahaan secara real time dan memberikan laporan khusus dari setiap
departemen dalam organisasi. Corporate dashboard memberikan
beberapa keuntungan, di antaranya adalah:
1. Pelaporan kinerja perusahaan dan pembangkit secara visual dan cepat (real time).
2. Memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi tren kebutuhan produk,
mengukur efisiensi kinerja, dan memberikan laporan mendalam (drill-down) mengenai tren, kinerja, dan sebagainya.
Aplikasi-aplikasi yang ada dipetakan dalam portofolio aplikasi
menggunakan Strategic Grid McFarlan untuk
melihat dampak yang dihasilkan oleh SI terhadap operasional bisnis maupun
strategi perusahaan PT. XYZ (lihat Gambar 4).
4. Arsitektur Sistem Informasi
Aplikasi-aplikasi yang telah teridentifikasi di Bagian 3 dapat
dikategorikan dalam tiga kelompok yaitu Aplikasi Operasional Bisnis, Aplikasi Pelaporan-Monitoring-dan-Analitikal,
dan Aplikasi Pendukung. Gambar 5 memperlihatkan arsitektur SI PT. XYZ di masa
mendatang yang memperlihatkan posisi dari masing-masing kelompok. Aplikasi
operasional bisnis terdiri dari aplikasi Enterprise Assets Management (EAM),
aplikasi produksi, dan aplikasi untuk audit dan manajemen risiko. Yang termasuk
dalam kelompok aplikasi pelaporan, monitoring, dan analitikal adalah data warehouse, business intelligence,
corporate dashboard, dan aplikasi pelaporan. Sedangkan yang termasuk
dalam aplikasi pendukung diantaranya adalah otomasi perkantoran, surat
elektronik, dan knowledge management.
KESIMPULAN
Kesimpulan
1.
Penerapan manajemen
sistem informasi di PT XYZ memberikan
nilai yang positif bagi perusahaan.
2.
Mempermudah kinerja
pada PT XYZ karna menggunakan system informasi.
3.
System informasi
manajemen yang digunakan PT XYZ dapat mengelola data dengan efisien

Tidak ada komentar:
Posting Komentar