SISTEM
INFORMASI MANAJEMEN
DOSEN:
Prof.
Dr. Ir. H. Hapzi Ali, MM
DISUSUN
OLEH
DIHAN
ARCHIKA
43215010036
TINJAUAN
PUSTAKA
CRM
Pengertian CRM
CRM merupakan sebuah pendekatan baru dalam mengelola
hubungan korporasi dan pelanggan pada level bisnis sehingga dapat memaksimumkan
komunikasi, pemasaran melalui pengelolaan berbagai kontak yang berbeda dengan
pelanggan. Pendekatan ini memungkinakn untuk mempertahankan pelanggan dan
memberikan nilai tambah terus menerus pada pelanggan, selain juga memperoleh
keuntungan yang berkelanjutan.
Hal yang perlu dipahami adalah bahwa dari luar,
pelanggan yang berinterkasi dengan perusahaan hanya memahami bisnis yang
dilakukan oleh perusahaan sebagai satu entitas, tidak lebih; meskipun pelanggan
juga berinteraksi dengan sejumlah pekerja yang berbeda peran
dan departemennya.Semua itu tetap dianggap sebagai satu kesatuan. Dengan CRM,
dukungan pada proses bisnis, informasi tentang pelanggan dan interaksinya dapat
dimasukkan, disimpan, diakses oleh semua staf pada berbagai unit kerja dengan
tujuan untuk meningkatkan layanan yang diberikan pada pelanggan, dan
menggunakan informasi kontak pelanggan untuk target pemasaran.
CRM (customer relationship management)
mengkombinasikan kebijakan, proses, dan strategi yang diterapkan organisasi
menjadi satu kesatuan yang digunakan untuk melakukan interaksi dengan pelanggan
dan juga untuk menelusuri informasi pelanggan. Pada era saat ini, implementasi
CRM selalu akan menggunakan teknologi
informasi untuk menarik pelanggan baru yang mengguntungkan, hingga
mereka memiliki keterikatan pada perusahaan.
Konsep ini juga banyak digunakan sebagai sebuah
terminologi pada industri informasi sebagai sebuah metodologi, piranti lunak,
dan bahkan sebagai kapabilitas internet yang membantu korporasi mengelola
hubungan pelanggan.Piranti ini memungkinkan korporasi untuk menjelaskan
hubungan secara cukup rinci sehingga manajemen, staf penjualan, staf pelayanan,
dan bahkan pelanggan dapat secara langsung mengakses informasi, menyesuaikan
kebutuhan antara kebutuhan dan produk, pengingatan pelanggan pada layanan
tertentu, dan sebagainya.Dalam pengembangan piranti lunak CRM harus dilakukan
pendekatan yang holistik.Terkadang inisiatif implementasi piranti lunak CRM
gagal dilakukan karena hanya terbatas pada instalasi piranti saja, tanpa
memperhatikan konteks, dukukangan dan pemahaman staf, dan pemenfaatan
sepenuhnya sistem informasi.
Banyak aspek yang tercakup dalam CRM. Aspek tersebut
pada umumnya akan berhubungan langsung dengan salah satu aspek berikut:
·
Operasi Front office yang langsung
berinteraksi dengan pelanggan seperti ketemu langsung, panggilan telepon,
e-mail, layanan online, dll.
·
Operasi Back office yang sangat
berpengaruh pada aktivitas pada layanan di front office seperti bagian
pembayaran, perawatan, perencanaan, pemasaran, dll.
·
Hubungan bisnis, yaitu interaksi dengan
perusahaan dan rekanan lain seperti suppliers/ vendors, outlet pengecer dan
distribusi, jaringan industri. Jaringan eksternal ini akan mendukung aktivitas
di front dan back office.
·
Data kunci dalam CRM dapat dianalisis
dengan tujuan melakukan perencanaan kampanye pada target pemasaran, memahami
strategi bisnis, dan memutuskan keberhasilan aktivitas CRM seperti pangsa
pasar, karakteristik pelanggan, pendapatan dan keuntungan.
Implementasi CRM akan memberikan dampak manfaat bagi
korporasi seperti akan memungkinkan untuk memperoleh keseimbangan dalam
bagaimana menggunakan sumber daya untuk pemasaran agar mendapat nilai lebih
pada segmen tertentu, meningkatkan interaksi pelanggan yang akan mendukung
pengalaman branding pada pelanggan, mendongkrak produktivitas penualan melalui
pemetaan proses menggunakan teknologi baru, menetapkan tujuan penjualan dan
menentukan reward untuk pencapaiannya, fokus pada gab antara harapan pelanggan
dan pengalaman layanan saat ini, dengan menggunakan alat analisis akan dapat
ditingkatkan pemahaman organisasi tentang pelanggan.
Fungsi-Fungsi
Manajemen Hubungan Pelanggan
Beberapa fungsi CRM yang harus dijalankan sebuah
sistem, antara lain :
ü Mengidentufikasi
factor-faktor yang penting bagi pelanggan
ü Mengusung
falsafah customer-oriented
ü Mengadopso
pengukuran berdasrkan sudut pandang pelanggan
ü Membangun
proses ujung ke ujung dalam melayani pelanggan
ü Menyediakan
dukungan pelanggan yang sempurna
ü Menangani
keluhan/complain pelanggan
ü Mencatat
dan mengikuti semua aspek dalam penjualan
ü Membuat
informasi holistic tentang informasi layanan dan penjualan pelanggan.
MANFAAT/KEUNTUNGAN CRM
Selain beberapa pendapat
tentang definisi dari CRM. Manfaat dan keuntungan dari CRM juga
terdapat banyak pendapat diantaranya:
I.
Penggunaan
Customer Relationship Management ( CRM ) memiliki beberapa manfaat yang dapat berpengaruh
bagi meningkatnya nilai suatu perusahaan yaitu :
·
Meningkatkan
Loyalitas Pelanggan; Aplikasi CRM memungkinkan untuk menggunakan informasi dari
semua titik dengan pelanggan, baik via web, call center, ataupun lewat staff
pemasaran dan pelayanan di lapangan. Konsistensi dan aksepsibilitas informasi
ini memungkinkan penjualan dan pelayanan yang lebih baik dengan berbagai
informasi penting mengenai pelanggan tersebut.
·
Mengurangi
Biaya; CRM juga memungkinkan penjualan atau pelayanan dengan biaya lebih
murah dalam sebuah skema program pemasaran yang spesifik dan terfokus. Tertuju
ke pelanggan yang tepat dan pada waktu yang tepat pula.
·
Meningkatkan
Efisiensi Operasional; Otomasi penjualan dan proses layanan dapat mengurangi
resiko turunnya kualitas pelayanan dan mengurangi beban cashflow. Penggunaan
teknologi web dan call center misalnya, akan mengurangi hambatan birokrasi dan
biaya serta proses administratif yang mungkin timbul.
·
Peningkatan
Time to Market; Aplikasi CRM memungkinkan membawa produk ke pasar dengan
lebih cepat dengan informasi pelanggan yang lebih baik, adanya data trend
pembelian oleh pelanggan.
·
Peningkatan
Pendapatan; Aplikasi CRM menyediakan informasi untuk meningkatkan
pendapatan dan keuntungan bagi perusahaan. Dengan aplikasi CRM,
perusahaan dapat melakukan penjualan dan pelayanan melalui website sehingga
peluang dari penjualan secara global tanpa perlu menyediakan upaya khusus untuk
mendukung penjualan dan pelayanan tersebut.
II.
CRM membantu
perusahaan untuk mengembangkan produk baru berdasarkan pengetahuan yang lengkap
tentang keinginan pelanggan, dinamika pasar dan pesaing dengan cara:
·
Menjaga
pelanggan yang sudah ada
·
Menarik
pelanggan baru
·
Cross Selling:
menjual produk lain yang mungkin dibutuhkan pelanggan berdasarkan pembeliannya
·
Upgrading:
menawarkan status pelanggan yang lebih tinggi (gold card vs. silver card)
·
Identifikasi
kebiasaan pelanggan untuk menghindari penipuan
·
Mengurangi
resiko operasional karena data pelanggan tersimpan dalam satu system
·
Respon yang
lebih cepat ke pelanggan
·
Meningkatkan
efisiensi karena otomasi proses
·
Meningkatkan
kemampuan melihat dan mendapatkan peluang
III.
Manfaat yang didapat
oleh perusahaan yang menerapkan konsep CRM adalah :
·
Menjaga
pelanggan yang sudah ada
·
Menarik
pelanggan baru
·
Cross Selling
: menjual produk yang dibutuhkan pelanggan berdasarkan pembeliannya
·
Upgrading:
menawarkan status pelanggan yang lebih tinggi
·
Perusahaan
dapat merespon keinginan pelanggan lebih cepat
·
Dan lain
sebagainya.
Tipe-Tipe Manajemen Hubungan Pelanggan
Ada 6 tipe manajemen hubungan pelanggan , antara
lain :
1) Operational
CRM
§ Operational
CRM mendukung
proses bisni dari “Front Office”, contohnya bagian pemasaran dan staff
pelayanan
§ Interaksi
dengan pelanggan secara umum disimpan dalam catatan kontak pelanggan, dan staff
dapat mengambil informasi mengenai pelanggan jika diperlukan.
§ Ada
beberapa data yang diproses pada Operational CRM, yaitu
·
Mengelola iklan
·
Otomasi pemasaran perusahaan
·
Otomasi tugas pemasaran
·
Sistem manajemen pemasaran
2) Analytical
CRM
§ Analytical
CRM menganalisis data pelanggan untuk berbagai
keperluan, yaitu :
·
Merancang dan menjalankan iklan
pemasaran yang ditargetkan.
·
Merancang dan menjalankan iklan,
contohnya akuisis pelanggan, cross-selling , up-selling
·
Menganalisa perilaku pelanggan dalam
rangka untuk membuat keputusan yang berhubungan dengan produk dan pelayanan
(contohnya, penetapan harga, pengembangan produk)
·
Sistem informasi manajemen (contohnya,
perencanaan keunagan dan pelanggan yang memberikan keuntungan)
§ Analytical
CRM secara umum membuat pengguanaan data mining dan
teknik lainnya untuk mengeluarkan hasil yang berguna untuk pengambilan
keputusan.
3) Sales
Intelligence CRM
§ Sales
Intelligence CRM adalah alat penjualan secara
langsung
§ Fitur-fiturnya
termasuk memberikan peringatan kepada staff penjualan yang berkenaan dengan :
·
Cross-selling/up-selling/switch-selling
opportunities
·
Customer drift
·
Sales performance
·
Customer trends
·
Customer margins
·
Customer alignment
4) Campaign
Management
§ Campaign
management mengkombinasikan elemen-elemen
dari Opertaional dan Analitycal CRM.
§ Fungsi
dari campaign management antara lain :
·
Pembentuka grup target berdasarkan
kriteria pemilihan klien
·
Mengirimkan materi yang berhubungan
dengan iklan (contohnya pada penawaran khusus) untuk penerimaan yang dipilih
menggunakan kanal-kanal yang bervariasi (contohnya email, telepon, sms , pos)
·
Penjjejalan, penyimpanan dan
menganalissis statistic iklan, termasuk penjejakan response dan mengalisis tren
5) Collaborative
CRM
§ Collaborative
CRM meliputi aspek-aspek perjanjian perusahaan
dengan pelanggan yang ditangani oleh beberapa departemen dalam perusahaan ,
seperti penjualan, technical support dan pemasaran.
§ Tujuan
utama dari tipe ini adalah penggunaan informasi kolektif oleh semua departemen
untuk meningkatkan kualitas pelayanan yang diberikan oleh perusahaan.
6) Consumer
Relationship CRM
§ Cunsomer
Relationship CRM meliputi aspek – aspek perjanjian
perusahaan dengan pelanggan yang ditangani oleh pusat kontak customer
affair dancustomer relations dalam sebuah perusahaan.
Variasi
CRM
Ada beberapa perbedaan pendekatan
CRM dengan paket piranti lunak dalam memfokuskan aspek yang berbeda.Beberapa
diantara piranti lunak CRM yang dikenal adalah seperti berikut.
1.
Operasional.
Operational CRM memberikan dukungan untuk proses bisnis di front office,
seperti untuk penjualan, pemasaran, dan staf pelayanan. Interaksi dengan
pelanggan biasanya disimban dalam sejarak kontak pelanggan, dan staf dapat
melihat kembali informasi pelanggan ketika dibutuhkan. Dengan sejarah kontak
pelanggan ini, staf dapat dengan cepat memperoleh informasi penting. Dapat
meraih pelanggan dalam waktu dan tempat yang tepat merupakan sesuatu yang
sangat diinginkan.
2.
Penjualan.
Untuk penjualan biasa digunakan Sales Force Automation (SFA). SFA membantu
untuk otomatisasi aktivitas yang terkait dengan staf penjualan, seperti untuk
penjadwalan menghubungi pelanggan, pengiriman surat kertas maupun elektronik ke
pelanggarn, menelusuri respon pelanggan, membuat laporan, menilai tingkat
penjualan, proses order penjualan otomatis.
3.
Analitik.
Analytical CRM menganalisis data pelanggan untuk berbagai tujuan seperti
merancang dan menjalankan kampanye target pemasaran, termasuk melakukan
cross-selling, up-selling, aiatem informasi manajemen untuk forecasting
keuangan dan analisis profitabilitas pelanggan.
4.
Intelijen
Penjualan. Intelijen Penjualan atau Sales Intelligence dalam CRM adalah sejenis
dengan is similar to Analytical CRM, tetapi ditekankan lebih jauh untuk piranti
penjualan langsung dengan fitur untuk mencari peluang Cross-selling/
Up-selling/ Switch-selling, kinerja penjualan, kecenderungan pelanggan, margin
pelanggan.
5.
Manajemen
Kampanye. Campaign management mengkombinasikan elemen antara CRM operasional
dan analitik agar dapat menjalankan fungsi pembentukan kelompok target dengan
kriteria tertentu menggungakan data pelanggan, mengirimkan materi yang terkait
dengan kampanye produk untuk calon tertentu menggunakan berbagai saluran
seperti e-mail, telephone, SMS, dan surat, menelusuri, menyimpan dan
menganalisis statistik kampanye.
6.
Kolaboratif.
Collaborative CRM mencakup aspek-aspek yang ditangani korporasi yang terkait
dengan pelanggan pada berbagai departemen seperti pada bagian penjualan,
dukungan teknis, dan pemasaran. Staf dari berbagai departemen pada korporasi
yang sama dapat saling bertukar dan berbagi informasi yang dikumpulkan ketika
berinteraksi dengan pelanggan. CRM jenis ini bertujuan untuk menggunakan informasi
yang dikumpulkan secara bersama di semua departemen untuk peningkatkan kualitas
pelayanan yang diberikan.
5 Alasan Mengapa CRM Penting bagi Perusahaan Anda
a)
Melacak
Interaksi dengan Pelanggan
Komunikasi dengan
pelanggan, apapun itu bentuknya, pasti akan memberikan insight tambahan bagi
perusahaan Anda. Bayangkan jika dalam sehari, Anda menerima puluhan feedback
dari pelanggan. Anda tidak mungkin akan mengingatnya saja, bukan? Mayoritas
dari Anda pasti akan melakukan pencatatan secara manual. Sebaiknya, terapkan
sistem CRM yang tepat agar Anda mampu melacak seluruh interaksi dengan
pelanggan. Ketika pelanggan yang sama kembali menghubungi Anda, Anda bisa
segera mengetahui topik terakhir yang dibicarakan. Dengan begitu, pelanggan pun
akan merasa diperhatikan dan dianggap penting.
b)
Bisnis bisa
lebih fokus
Bagaimana Anda tahu
bahwa Anda menawarkan sesuatu yang memang dibutuhkan oleh pelanggan?Apakah Anda
benar-benar sudah mengenal siapa pelanggan Anda?Saat ini, Anda mungkin dapat
dengan jelas menjawab pertanyaan tersebut, tetapi ingatlah bahwa kondisinya
dapat berubah seiring dengan perkembangan bisnis dan Anda dituntut untuk terus
menyesuaikan diri. Dengan CRM, Anda dapat menjawab setiap pertanyaan yang
muncul kapan pun itu diajukan. CRM akan memberi Anda informasi yang Anda
butuhkan untuk mengidentifikasi kebutuhan pelanggan. Anda pun bisa terus
up-to-date dengan permintaan pelanggan dan selangkah lebih unggul dari para
kompetitor.
c)
Menjangkau
banyak pelanggan baru
Fungsi utama CRM
mungkin memang menjalin hubungan sebaik mungkin dengan para pelanggan, terutama
yang pernah membeli produk Anda.Namun, lebih dari itu, CRM juga dapat membantu
Anda untuk menjangkau pelanggan-pelanggan baru dan mengkonversi pelanggan
potensial menjadi pelanggan yang loyal.CRM mampu membantu Anda mengidentifikasi
pelanggan potensial yang mungkin tertarik dengan produk Anda.Informasi tersebut
bisa Anda gunakan untuk menyusun strategi baru demi menarik pelanggan-pelanggan
tersebut.
d)
Meningkatkan
produktivitas perusahaan
Otomatisasi merupakan
kunci untuk meningkatkan produktivitas perusahaan.Karyawan tak perlu lagi
memasukkan data secara manual dan menelusuri berlembar-lembar dokumen demi
menemukan informasi yang dibutuhkan. CRM akan membantu perusahaan untuk
mengotomatisasi hal-hal tersebut. Dengan begitu, para karyawan memiliki waktu
lebih banyak untuk melakukan hal-hal yang membutuhkan fokus lebih, misalnya
melakukan follow up terhadap pelanggan-pelanggan lama untuk menyusun strategi untuk
meningkatkan jumlah leads.
e)
Meningkatkan
performa customer service
Tahukah Anda tahu bahwa
ternyata hanya ada 7% perusahaan yang langsung memfollow up leads dari situs
mereka dalam waktu satu jam? Padahal semakin cepat follow up terjadi, semakin
tinggi kemungkinan untuk mengubah leads menjadi pelanggan. Sistem CRM akan
memberi notifikasi apabila ada pelanggan atau leads yang membutuhkan follow up.
Dengan begitu, Anda dan tim bisa segera menghubungi leads dalam waktu sesegera
mungkin. Kemungkinan untuk mengkonversi mereka menjadi pelanggan pun semakin besar.
5
Aplikasi Crm (Costumer Relationship Management)
1.SalesUp
SalesUp adalah aplikasi Customer Relationship Management (CRM) online berbasis web (online web base CRM Software) yang dapat membantu Anda mengelola kegiatan Penjualan / Pemasaran.
2. ProsperWorks
ProsperWorks adalah hubungan pelanggan alat manajemen berbasis cloud yang memberikan pengguna tampilan lengkap pelanggan mereka. Program ini berlaku untuk setiap industri, termasuk iklan, distribusi dan real estate.
Solusi ProsperWorks termasuk integrasi email,
manajemen peluang dan pelacakan memimpin antara fitur-fitur tersebut. Data
pelanggan disimpan secara otomatis, dan sistem mandiri pencarian online untuk
menemukan data yang relevan. Setiap file yang dikirim melalui email segera
disimpan dalam portofolio kontak, dan sistem profil setiap interaksi sehingga
pengguna tahu bagaimana baru-baru mereka telah menghubungi setiap pelanggan.
3. Bullhorn CRM
Software pengeras suara CRM adalah solusi berbasis web yang dibangun untuk perusahaan yang perlu erat mengelola dan memelihara hubungan prospek dan pelanggan. Pengeras suara menyediakan fungsionalitas CRM yang komprehensif apakah Anda seorang konsultan yang perlu wawasan manajemen hubungan dan rinci memimpin / pelaporan kesempatan atau perusahaan PR yang perlu kemampuan manajemen reporter internal dan visibilitas yang lebih besar dalam efektivitas lapangan.
4. Infor CRM
Infor CRM memberikan pandangan lengkap kontak
dan interaksi di organisasi pengguna . Pembeli dapat menggunakan CRM ini untuk
meningkatkan efisiensi karena mereka mengidentifikasi prospek , memberikan
perawatan , memperoleh pelanggan dan mengelola hubungan.
5. CXM
CXM adalah manajemen hubungan pelanggan
sepenuhnya dapat disesuaikan (CRM) solusi yang dirancang untuk usaha kecil,
usaha berbasis layanan dan praktek medis, sambil memberikan keamanan tingkat
perusahaan dan dukungan.
Dengan demikian CRM atau Customer Relationship
Management menjadi sangat penting bagi perusahaan dalam menjaga hubungan baik
dengan customer. CRM dapat menjadi sebuah nilai tambah dalam meningkatkan daya
saing dengan kompetitor lain, karena dengan relasi yang baik dengan
customer, loyalitas mereka akan meningkat, dan dengan kekuatan word of mouth, customer
dapat merekomendasikan produk atau jasa yang ditawarkan perusahaan
tersebut ke orang lain, sehingga akan meningkatkan profit bagi perusahaan.
Penerapan
CRM pada Perusahaan Unilever Indonesia Tbk.
Peran software aplikasi CRM
Software/aplikasi CRM ini sudah banyak beredar di pasaran, kebanyakan
dibuat oleh perusahaan Amerika dan Eropa yang lebih dulu mengimplemtasikan
aplikasi CRM pada perusahaan mereka.
Aplikasi CRM berguna bagi perusahaan dalam banyak hal.
Pertama, proses otomatisasi dari seluruh data yang ingin dipakai perusahaan
dalam membangun database pelanggan. Dapat dibayangkan betapa sulitnya
mengumpulkan data-data pelanggan, mencatat berapa kali mereka menghubungi
perusahaan dalam satu bulan, berapa kali menggunakan produk atau layanan perusahaan
dan berbagai data lain jika dilakukan secara manual.
Kedua, aplikasi CRM memberikan laporan-laporan dari data yang dikumpulkan
sehingga dapat menjadi informasi yang berguna bagi manajemen untuk proses
pengambilan keputusan. Aplikasi CRM akan menjadi Decision Support System(DSS)
dimana pihak manajemen tidak lagi direpotkan lagi pada urusan teknis dalam
membuat laporan dan menyusun informasi yang dibutuhkan.
Namun demikian, inisiatif CRM pada perusahaan tidaklah semata hanya
berhenti pada implementasi aplikasi CRM. Aplikasi CRM hanyalah sekedar
teknologi yang menjadi alat ( tool ) bagi perusahaan. Untuk menamin
implementasi CRM yang sukses, banyak faktor yang harus dibenahi terlebih dahulu
oleh perusahaan.
Ada empat kemampuan utama dalam strategis CRM yaitu :
- Technology ( teknologi )
Teknologi yang mendukung CRM
- People ( Manusia )
Kemampuan manusia serta sifatnya dalam mengelola CRM
- Process ( Proses )
Proses perusahaan yang digunakan untuk mengakses dan berinteraksi dengan
pelanggan untuk mengetahui kebutuhan serta memenuhi kepuasan pelanggan
- Kowledge and Insight ( Pengetahuan dan Wawasan )
Memberikan masukan pada perusahaan dalam memberikan nilai pada data
pelanggan sehingga mereka membutuhkan pengetahuan dan wawasan untuk
meningkatkan hubungannya dengan pelanggan
Aspek orang meliputi internalisasi cara berpikir orang tentang bagaimana
melayani konsumen. Visi implementasi CRM harus jelas terlebih dahulu dan
dipahami secara benar oleh semua karyawan dalam perusahaan. Selanjutnya adalah
aspek kesiapan dari sisi pengetahuan dan ketrampilan. Perusahaan perlu
mengadakan pelatihan-pelatihan dan proses belajar yang membuat karyawan lebih
siap dalam proses implementasi CRM.
Aspek kedua adalah proses dan prosedur. Perusahaan harus mendefinisikan
secara lebih jelas target market yang akan dibidik dan prosedur perusahaan
secara lebih rinci dalam melayani konsumen. Hal ini penting karena karyawan
berhubungan langsung dengan konsumen memiliki aturan yang jelas tentang
bagaimana melayani pelanggan.
Aspek ketiga adalah sistem dan teknologi. Perusahaa perlu membuat cetak
biru tentang teknologi CRM seperti apa yang akan digunakan, bagaimana proses
implementasinya, training dan juga penerapannya yang berhubungan dengan sistem
yang sudah ada sekarang.
Penerapan Strategi CRM
Tujuan dari strategi CRM adalah untuk membentuk interaksi antara perusahaan
dan pelanggannya dengan cara memaksimalkan nilai hidup pelanggan untuk
perusahaan. Hal inii juga mencerminkan filosofi bahwa tidak semua pelanggan
diciptakan sama.
Implementasi CRM dalam perusahaan
Unilever Indonesia Tbk.
Unilever adalah salah satu perusahaan produksi dunia yang terbesar dengan
omset $45 juta per tahun. Unilever beroperasi di 88 negara seluruh dunia dengan
jumlah karyawan 255.000 orang. Dan 2 dari 12 Grup bisnisnya bermarkas di United
States. PT Unilever Indonesia Tbk (perusahaan) didirikan pada 5 Desember 1933
sebagai Zeepfabrieken N.V. Lever dengan akta No. 33 yang dibuat oleh Tn.A.H.
van Ophuijsen, notaris di Batavia. Perusahaan ini bergerak dalam
bidang produksi sabun, deterjen, margarin, minyak sayur dan makanan yang
terbuat dari susu, es krim, makanan dan minuman dari teh dan produk-produk
kosmetik.
Dalam upaya untuk meningkatkan pengalaman konsumen dan mengumpulkan
informasi pelanggan yang lebih baik, Unilever telah mulai menggunakan Astute SolusiRealDialog, yaitu alat dalam panggilan
pusat. RealDialog menggunakan mesin
linguistikmenganalisis pelanggan di masing masing kata dan
kemudian menyediakan pusat kontak agen sehingga dengan mudah membaca tanggapan.
RealDialog memungkinkan mereka
untuk mengontrol pesan. Selain itu, kekuatan utama dari sistem
adalah simplifies agen pekerjaan, yang memungkinkan
mereka untuk memberikan jawaban lebih cepat dan fokus dalam membangun
hubungan. RealDialog Unilever juga membantu pelanggan lainnya,
termasuk mengumpulkan data konsumen. Sistem log permintaan dan komentar
mereka, sehingga eksekutif dan manajer dapat mengukur kepuasan konsumen
tentang produk mereka. Ketika kemampuan RealDialog Unilever
digunakan pada situs web pada tahapselanjutnya dari kerjasama, manajer akan
mampu bereaksi terhadap komentarkonsumen online secara real time.
Unilever sebelumnya menggunakan database milik semua produk-produknya
di pusat panggilan. Perusahaan menghubungi pusat di Amerika Serikat dan Kanada
menangani lebih dari 90 merek, mencakup 14 kategori barang konsumen – Dan
kesulitannya yaitu mencari agen yang tepat untuk membuat
tanggapan. Dengan RealDialog, konsumen tidak akan
berkomentar dalam membeli dan dapat benar benar mempercayainya, RealDialog manager ini akan
meningkatkan nilai dari pelanggan dan akhirnya menghasilkan pendapatan
karena mereka akan senang dengan layanan yang mereka rasakan dan
mendapatkan informasi produk yang sedang mereka cari.
Hambatan
Dalam mengoperasikan perusahaan
dan mencapai tujuannya, satu satunya hal yang menjadi hambatan bagi perusahaan
Unilever Indonesia Tbk. Adalah persaingan
dengan perusahaan perusahaan lain yang bergerak dalam bidang yang sama. Dan untuk
menghadapi hambatan tersebut, upaya yang dilakukan Unilever Indonesia untuk
kedepannya, yaitu akan mengadakan program MT (Management Training) dalam
mencari bibit bibit SDM yang potensial. Para MT menjalani pekerjaan sebagai asisten manajer selama dua tahun.
Seorang asisten manajer yang ditempatkan di bagian pemasaran, misalnya, harus
bias belajar banyak tentang pemasaran. Ia mesti terjun ke pasar-pasar
tradisional hingga ke pelosok daerah untuk mengetahui dan memahami kebutuhan
konsumen. Di lain pihak, perusahaan memonitor perkembangannya sambil mengevaluasi
apakah seorang asisten manajer ini layak dipromosikan sebagai manajer atau
tidak.
Ekspektasi
CRM
Unilever juga akan menggunakan Ariba's B2B dalam bidang non-inventory
dan biaya tidak langsung lainnya. Unilever memiliki ekspektasi bahwa dengan menggunakan Ariba's B2B maka akan membantu
meningkatkan kualitas manajemen pembelian barang dari ribuan supplier.
The Ariba Solutions memberikan lingkungan commerce yang
friendly dan dapat di update dengan mudah sehingga mengikuti kondisi pasar yang
berubah-ubah.
Perluasan
Unilever Indonesia
Pada tanggal 22 November 2000,
perusahaan Unilever mengadakan perjanjian dengan PT Anugrah Indah Pelangi,
untuk mendirikan perusahaan baru yakni PT Anugrah Lever (PT AL) yang bergerak
di bidang pembuatan, pengembangan, pemasaran dan penjualan kecap, saus cabe dan
saus-saus lain dengan merk dagang Bango, Parkiet dan Sakura dan merk-merk lain
atas dasar lisensi perusahaan kepada PT AL. Pada tanggal 3 Juli 2002,
perusahaan Unilever mengadakan perjanjian dengan Texchem Resources Berhad,
untuk mendirikan perusahaan baru yakni PT Technopia Lever yang bergerak di
bidang distribusi, ekspor dan impor barang-barang dengan menggunakan merk
dagang Domestos Nomos. Pada tanggal 7 November 2003, Texchem Resources Berhad
mengadakan perjanjian jual beli saham dengan Technopia Singapore Pte.Ltd, yang
dalam perjanjian tersebut Texchem Resources Berhad sepakat untuk menjual
sahamnya di PT Technopia Lever kepada Technopia Singapore Pte. Ltd. Pada tahun
2007, PT Unilever Indonesia Tbk. (Unilever) telah menandatangani perjanjian bersyarat
dengan PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (Ultra) sehubungan
dengan pengambilalihan (akuisisi) industri minuman sari buah melalui pengalihan
merek “Buavita” dan “Gogo” dari Ultra ke Unilever. Perjanjian telah terpenuhi
dan Unilever dan Ultra telah menyelesaikan transaksi pada bulan Januari
2008.
Kinerja keuangan PT.
Unilever Indonesia, Tbk. menggunakan konsep EVA (Economic Value Added)
menunjukkan bahwa sebelum melakukan akuisisi dengan perusahaan lain, nilai EVA
nya turun, tetapi setelah melakukan akuisisi kinerja dari PT. Unilever
Indonesia, Tbk nilai EVAnya mengalami kenaikan dan 3 Lauren Bell’s
Blog, 24 Sep 2008. www.unilever.com. Menunjukkan
bahwa kinerja perusahaan sudah bagus, sehingga perusahaan memiliki nilai tambah
yang positif yang artinya telah terjadi penambahan nilai ekonomis pada PT.
Unilever Indonesia Tbk. Sedangkan jika menggunakan konsep rasio keuangan
mengalami fluktuasi kinerja
- Customer
relationship management Adalah manajemen hubungan antara perusahaan dengan
pelanggan sehingga keduanya akan menerima nilai maksimum dari hubungan
tersebut CRM berkonsentrasi pada apa yang dinilai oleh pelanggan, bukan
pada apa yang perusahaan ingin jual
- sasaran
Sasaran utama dari customer relationship management (CRM) adalah untuk
meningkatkan pertumbuhan jangka panjang dan profitabilitas perusahaan
melalui pengertian yang lebih baik terhadap kebiasaan (behavior)
pelanggan. Peningkatan profit perusahaan Peningkatan pertumbuhan jangka
panjang perusahaan
- Keuntungan
CRM ...Mempertahankan pelanggan yang sudah ada... ...Menarik pelanggan
baru... ...Tingkat kepuasan pelanggan tinggi... ...Meningkatkan loyalitas
pelanggan... ...dll... Mengetahui perbaikan yang harus dilakukan pada
service yang diberikan kepada ...konsumen...
- faktor
yang menentukan kepuasan pelanggan dlm CRM .Perusahaan Melakukan survey
kepada pelanggan secara periodic. Perusahaan Memastikan mutu pelayanan
pelanggan. Mengkombinasikan strategi pelayanan dengan konsekuensi yang
harus dihadapi. Artinya setiap strategi yang diambil akan berdampak
konsekuensi yang harus ditanggung oleh perusahaan pengertian dari kepuasan
dan ketidakpuasaan pelanggan adalah perbedaan antara harapan dan kinerja
yang dirasakan Jadi pengertian kepuasan pelanggan dapat berarti kinerja
barang atau jasa yang diterima oleh konsumen setidak-tidaknya sama dengan
yang diharapkan Yang menentukan :
- Hubungan
CRM dan Loyalitas Pelanggan “terbukti positif”
- PT
Unilever Indonesia Tbk Unilever adalah perusahaan multinasional yang memproduksi
kebutuhan sehari-hari Perusahaan ini didirikan 16 Desember 1933 Perusahaan
ini mempekerjakan -/+ 206.000 pekerja.
- Dalam
upaya meningkatkan pengalaman konsumen dan mengumpulkan informasi
pelanggan yang lebih baik, Unilever telah menggunakan Astute Solusi
RealDialog. “Alat dalam panggilan pusat” YAITU : Menggunakan mesin untuk
menganalisis pelanggan di masing-masing kota, utk kemudian menyediakan
pusat kontak agen, shgga mudah membaca tanggapan
- Dalam
mengoperasikan perusahaan dan mencapai tujuannya, satu satunya hal yang
menjadi hambatan bagi perusahaan Unilever Indonesia Tbk adalah persaingan
dengan perusahaan perusahaan lain yang bergerak dalam bidang yang sama
Kendala Perusahaan Unilever Indonesia dalam Menerapkan CRM
- Solusi
hambatan mengadakan program MT (ManagementTraining) dalam mencari bibit
bibit SDM yang potensial.Para MT menjalani pekerjaan sebagai asisten
manajer selama dua tahun. Seorang asisten manajer yang ditempatkan di
bagian pemasaran, misalnya, harus bisa belajar banyak tentang pemasaran. Ia
mesti terjun ke pasar-pasar tradisional hingga ke pelosok daerah untuk
mengetahui dan memahami kebutuhan konsumen. Di lain pihak, perusahaan
memonitor perkembangannya sambil mengevaluasi apakah seorang asisten
manajer ini layak dipromosikan sebagai manajer atau tidak
- CRM
merupakan salah satu alternatif strategi yang dapat diterapkan oleh
perusahaan untuk memperoleh profit melalui manajemen hubungan dengan
pelanggan Manajemen hubungan pelanggan tsb meliputi; 1. Memperoleh
Pelanggan baru 2. Meningkatkan Pelayanan 3. Mempertahankan Pelanggan Lama.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar