Selasa, 12 Desember 2017

Keamanan Informasi

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN







DOSEN:
Prof. Dr. Ir. H. Hapzi Ali, MM

DISUSUN OLEH
DIHAN ARCHIKA
43215010036


TINJAUAN PUSTAKA

Pengertian Keamanan Informasi
Menurut G. J. Simons, keamanan informasi adalah bagaimana kita dapat mencegah  penipuan (cheating)  atau,  paling  tidak,  mendeteksi  adanya penipuan di sebuah sistem yang berbasis informasi, dimana informasinya sendiri tidak memiliki arti fisik.
Selain itu keamanan sistem informasi bisa diartikan sebagai  kebijakan,   prosedur,   dan   pengukuran   teknis   yang digunakan untuk mencegah akses yang tidak sah, perubahan program, pencurian,  atau  kerusakan  fisik  terhadap  sistem  informasi.  Sistem pengamanan terhadap teknologi informasi dapat ditingkatkan dengan menggunakan    teknik-teknik    dan    peralatan-peralatan    untuk mengamankan   perangkat   keras   dan   lunak   komputer,   jaringan komunikasi, dan data.
Saat pemerintah dan kalangan industri mulai menyadari kebutuhan untuk mengamankan sumber daya informasi mereka, perhatian nyaris terfokus secara eksklusif pada perlindunga peranti keras data maka istilah keamanan sistem digunakan. Istilah keamanan sistem digunakan untuk mengambarkan perlindungna baik peralatan komputer dan nonkomputer, fasilitas,data dan informasi dari penyalahgunaan pihak-pihak yang tidak berwenang.

Tujuan Keamanan Informasi
Keamanan informasi bertujuan untuk mencapai tiga tujuan utama: kerahasiaan, ketersediaaan, dan integrasi.
a.       Kerahasiaan. Perusahaan mencari cara untuk melindungi data dan informasinya dari penggunaan yang tidak semestinya oleh orang-orang yang tidak memiliki otoritas menggunakannya. Sistem informasi eksekutif, sistem informasi sumber daya manusia, dan sistem pengolahan transaksi, seperti pembayaan gaji, piutang usaha, pembelian, dan hutang usaha, adalah sistem-sistem yang terutama harus mendapat perhatian dalam keamanan informasi.
b.      Ketersediaan. Tujuan dibangunnya infrastruktur informasi perusahaan adalah supaya data dan informasi perusahaan tersedia bagi pihak-pihak yang memiliki otoritas untuk menggunakannya. Tujuan ini khususnya penting bagi MIS, DSS, dan sistem informasi organisasi.
c.       Integritas Seluruh sistem informasi harus memberikan atau menyediakan gambaran yang akurat mengenai sistem fisik yang mereka wakili.
Sistem informasi perusahaan harus melindungi data dan informasinya dari tindakan penyalahgunaan, tapi tetap menjamin tersedianya data dan informasi yang akurat untuk pengguna yang pihak-pihak yang berhak terhadap data dan informasi tersebut.



Pentingnya Keamanan Sistem Informasi
Seringkali  sulit  untuk  membujuk  management  perusahaan  atau  pemilik sistem informasi untuk melakukan investasi di bidang keamanan. Di tahun 1997 majalah Information Week melakukan survey terhadap 1271 sistem atau network manager di Amerika Serikat. Hanya 22% yang menganggap keamanan sistem informasi sebagai komponen sangat penting (“extremely important”). Mereka lebih mementingkan “reducing cost” dan “improving competitiveness”  meskipun  perbaikan  sistem  informasi  setelah  dirusak justru dapat menelan biaya yang lebih banyak.
Meskipun sering terlihat sebagai besaran yang tidak dapat langsung diukur dengan uang  (intangible), keamanan sebuah sistem informasi sebetulnya dapat diukur dengan besaran yang dapat diukur dengan uang  (tangible). Dengan adanya ukuran yang terlihat, mudah-mudahan pihak management dapat mengerti pentingnya investasi di bidang keamanan. Berikut ini adalah berapa contoh kerugian yang timbul akibat kurangnya penerapan keamanan :
ü  Hitung kerugian apabila sistem informasi anda tidak bekerja selama 1jam, selama  1 hari,  1 minggu, dan  1 bulan.  (Sebagai perbandingkan, bayangkan jika server Amazon.com tidak dapat diakses selama beberapa hari. Setiap harinya dia dapat menderita kerugian beberapa juta dolar.)
ü  Hitung kerugian apabila  ada  kesalahan informasi  (data)  pada  sistem informasi anda. Misalnya web site anda mengumumkan harga sebuah barang yang berbeda dengan harga yang ada di toko anda.
ü  Hitung kerugian apabila ada data yang hilang, misalnya berapa kerugian yang diderita apabila daftar pelanggan dan invoice hilang dari sistem anda. Berapa biaya yang dibutuhkan untuk rekonstruksi data.
ü  Apakah nama baik perusahaan anda merupakan sebuah hal yang harus dilindungi?  Bayangkan  bila  sebuah  bank  terkenal  dengan  rentannya pengamanan   data-datanya,   bolak-balik   terjadi   security   incidents. Tentunya banyak nasabah yang pindah ke bank lain karena takut akan keamanan uangnya.
Keamanan dalam sistem informasi merupakan faktor yang sangat penting keberadaannya dalam mengoperasian sistem informasi itu sendiri. Bagaimana tidak banyak ancaman-ancaman yang terjadi pada sistem informasi yang akan merugikan banyak pihak, baik individu, masyarkat, dan lain sebagainya. Oleh karena itu untuk mencegah ancaman-ancaman terhadap sistem informasi yaitu perlu adanya keamanan yang sangat canggih agar dapat mendeteksi atau membenarkan dari sebagian sistem yang rusak akibat gangguan pada sistem informasi.


Ancaman terhadap sistem informasi sendiri terbagi menjadi dua bagian yaitu :
1.      Ancaman aktif merupakan suatu kejahatan yang terjadi pada komputer dan suatu kecurangan berupa pencurian data.
2.      Ancaman pasif merupakan kegagalam sistem itu sendiri atau kesalahan manusia dalam memproses sistem, atau karena adanya bencana alam yang terjadi yang mengakibatkan ancaman bagi sistem itu sendiri.

Selain itu ada beberapa ancaman yang terjadi pada sistem informasi yaitu penyalahgunaan teknologi berupaka kejahatan kriminal yaitu :
1.      Kejahatan yang dilakukan dengan menyusup kedalam sistem jaringan komputer tanpa sepengetahuan dari pemilik sistem jaringan komputer. Contohnya : seorang pelaku kejahatan atau hacker melakukan sabotase terhadap informasi yang sangat penting atau mencuri informasi yang sangat penting dan rahasia.
2.      Kejahatan dengan memasukkan data atau berupa informasi ke jaringan internet tentang sesuatu yang tidak benar dan melanggar ketentuan hukum. Contohnya pemuatan berita atau informasi yang tidak benar seperti memuat video pornografi, memuat informasi yang sangat rahasia seperti rahasi negara, dll
3.      Kejahatan dengan memalsukan data pada dokumen-dokumen penting yang tersimpan pada dokumen melalu internet.
4.      Kejahatan dengan memanfaatkan jaringan internet untuk melakukan mata-mata terhadap pihak yang menjadi sasaran, dengan memasuki sistem jaringan komputer pihak yang menjadi sasarannya.
5.      Kejahatan yang dilakukan dengan membuat gangguan, perusakan atau pengahncuran terhadap data atau sistem jaringan komputer. Misalnya menyusupkan virus komputer dimana data yang terkena virus tidak dapat digunakan lagi.
6.      Kejahatan yang ditujuakan terhadap kekayaan intelektual yang dimiliki pihak lain di Internet.
7.      Kejahatan yang ditujukan terhadap keterangan pribadi seseorang yang tersimpan pada formulir data seseorang yang tersimpan pada komputer, dimana jika ada yang mengetahui data tersebut maka dapat merugikan korban. Misalnya nomor pin ATM. Pasword, dan lain-lain.

Beberapa uraian mengenai ancaman-ancaman yang terjadi pada sistem informasi, maka perlu adanya penanggulangan yang harus mengantisipasi ancaman terhadap sistem informasi. Adapun cara menanggulangi ancaman tersebut, maka bisa menggunakan metode pengelolaan pengendalian dimana merupakan suatu cara yang masih efektif dalam mencegah ancaman terhadap sistem informasi. Pengendalian dalam sistem tekonologi informasi dibagi menjadi dua, yaitu:
1.      Pengendalian secara umum (General control) yang merupakan pengendalian sistem tekonologi informasi yang paling luar dan harus dihadapi terlebih dahulu oleh pemakai sistem informasi. Beberapa pengendaliannya yaitu : Organisasi, dokumentasi, kontrol pencegah kerusakan perangkat, parameter keamanan data, dll.
2.      Pengendalian aplikasi merupakan pengendalian yang dipasang pada pengelolaan aplikasinya yaitu berupa : pengendalian masukan, pengendalian pengolahan, dan pengendalian keluaran.
Cara menanggulangi ancaman atau gangguan dengan mengunakan metode pengelolaan pengendalian-pengendalian (managing controls) yaitu kegiatan-kegiatan yang dilakukan manajer sistem informasi untuk meyakinkan bahwa pengendalian-pengendalian di dalam sistem teknologi informasi masih tetap dilakukan dan masih efektif dalam mencegah ancaman dan gangguan terhadap sistem informasi.pengendalian di sistem teknologi informasi terbagi menjadi dua kelompok, yaitu:
1)      Pengendalian secara umum (General Controls)pengendalian secara umum merupakan pengendalian-pengendalian sistem teknologi informasi yang paling luar yang harus dihadapi terlebih dahulu oleh pemakai sistem informasinya, meliputi pengendalian:
·         Organisasi
·         Dokumentasi
·         Kontrol pencegahan kerusakan perangkat keras
·         Design keaamaan fisik
·         Parameter keamanan data

2)      Pengendalian aplikasi (Application Controls) pengendalian aplikasi merupakan pengendalian yang dipasang pada pengelolaan aplikasinya yang meliputi:
         Pengendalian-pengendalian masukan (Input Control)
         Pengendalian-pengendalian pengolahan (Processing Control)
         Pengendalian-pengendalian keluaran (Output Controls)

3)      Perkembangan teknologi komputer, selain menimbulkan banyak manfaat juga memiliki banyak sisi buruk. Salah satunya adalah serangan terhadap system komputer yang terhubung ke Internet. Sebagai akibat dari serangan itu, banyak sistem komputer atau jaringan yang terganggu bahkan menjadi rusak.Untuk menanggulangi hal tersebut, diperlukan sistem keamanan yang dapat menanggulangi dan mencegah kegiatan-kegiatan yang mungkin menyerang sistem jaringan.Dalam perkembangan teknologi dewasa ini, sebuah informasi menjadi sangat penting bagi sebuah organisasi. Informasi tersebut biasanya dapat diakses oleh para penggunanya. Akan tetapi, ada masalah baru yang berakibat dari keterbukaan akses tersebut. Disinilah peranan keamanan jaringan dalam mengatasi persoalan Masalah-masalah tersebut antara lain adalah sebagai berikut:
                                i.            Pemeliharaan validitas dan integritas data atau informasi tersebut.
                              ii.            Jaminan ketersediaan informasi bagi pengguna yang berhak.
                            iii.            Pencegahan akses sistem dari yang tidak berhak.
                            iv.            Pencegahan akses informasi dari yang tidak berhak.

4)      Untuk menjamin keamanan dalam jaringan, perlu dilakukan perencanaan keamaan yang matang berdasarkan prosedur dan kebijakan dalam keamanan jaringaan Perencanaan tersebut akan membantu dalam hal-hal berikut ini: – Menentukan data atau informasi apa saja yang harus dilindungi – Menentukan berapa besar biaya yang harus ditanamkan dalam melindunginya – Menentukan siapa yang bertanggung jawab untuk menjalankan langkah-langkahyang diperlukan untuk melindungi bagian tersebut .

8 Cara Mencegah Komputer Terkena Virus

1.      Selalu Wasapda Terhadap Flashdisk, Memory Dan Sejenisnya
Salah satu cara paling sering virus menyebar adalah melalui perangkat yang bisa berpindah pindah seperti flashdisk ataupun harddisk external, selalu scan total sebelum anda masuk dan mengambil file dari media penyimpanan removeable tersebut.
Jenis virus yang biasanya ada didalam flashdisk adalah autorun, yang lebih gawatnya autorun tidak dapat dihilangkan dengan mudah jika menggunakan antivirus gratisan. File autorun ini biasa terletak di jendela depan suatu flashdisk, jadi pengguna harus berhati hati dan jangan nekat melanjutkan jika ditemukan file autorun. (baca juga: cara menghilangkan virus shortcut)

2.      Jangan Mendownload Sembarangan
Berdasarkan penelitian oleh pakar IT menyebutkan bahwa komputer yang tidak pernah terhubung ke Internet memiliki resiko yang rendah untuk terserang virus, sangat berbeda dengan komputer yang selalu terkoneksi dengan Internet. Virus seperti trojan, worm hingga malware dapat dengan mudahnya memasuki komputer seseorang yang sering melakukan download secara sembarangan.
Jadi untuk itu supaya aman, sangat disarankan untuk tidak mendownload file dari sumber yang tidak terpercaya, misalnya mau mendownload game maka pergilah ke website resminya meskipun game nya berbayar sekalipun daripada harus nekat mendownload di website tidak jelas.
Atau user dapat bertanya di forum forum Internet, web mana saja yang memiliki reputasi yang baik sebagai tempat download yang aman dan bebas virus. Namun untuk lebih memudahkan user mengakses Internet secara lebih aman lebih baik perangkat komputer juga dilengkapi firewall, sebab fungsi firewall dapat melindungi dari serangan virus dan malware.

3.      Memakai Deep Freeze
Jika komputer anda memang mengharuskan untuk selalu terkoneksi dengan internet dan sering dihubungkan dengan removeable drive seperti flashdisk dan harddisk ataupun komputer anda untuk keperluan umum seperti halnya warnet maka solusi terbaik yakni dengan mamakai program Depp Freeze yang dapat digunakan jika komputer mengalami error akibat kesalahan baik yang disebabkan faktor human error ataupun virus.
Jadi intinya Deep Freezer akan mempermudah anda untuk menghapus semua kesalahan dan mengembalikan kondisi komputer seperti semula yaitu cukup dengan satu kali restart. Namun perlu diketahui bahwa kelemahan Deep Freeze yaitu tidak bisa menyimpan file di partisi disk yang anda set, misalnya Disk C sebagai tempat menyimpan program Deep Freeze maka semua file yang anda simpan di C akan hilang, jadi sebaiknya dipindahkan ke disk lain seperti D ataupun yang lain.

4.      Selalu Aktifkan Firewall
Terutama jika komputer anda selalu terhubung ke jaringan, firewall ibarat sebuah tembok penghalang bagi virus, malware ataupun hacker yang ingin membajak komputer anda melalui jaringan internet. Firewall dapat memutuskan apakah sebuah komputer bisa terhubung ke jaringan atau memblokirnya. Daya efektifitas firewall tergantung dari konfigurasi dan bagiamana cara pengguna dalam mengatur filter setting. (baca juga: cara kerja firewall pada jaringan komputer)

5.      Kompresi File Penting Dalam Bentuk ZIP atau RAR
Jika anda memiliki file penting seperti MS Word, Excel ataupun yang berektensi.exe maka sebaiknya lakukan kompresi file tersebut dalam satu file berformat ZIP ataupun RAR, tujuannya supaya virus tidak menginfeksi file tersebut. Dengan rutin melalukan pengkompresi seperti ini maka peluang virus untuk menyebar akan semakin kecil, terlebih jika sistem windowsnya sudah ada firewallnya.

6. Matikan Autorun
Untuk mengantisipasi supaya file atau program yang berisi virus tidak dapat dijalankan secara otomatis maka disarankan kepada pengguna untuk menonaktifkan fitur autorun pada komputernya. Banyak pengguna yang tidak mengerti betapa krusial posisi autorun karena disamping untuk dapat menjalankan program “Baik” secara otomatis, ia juga akan menjalankan file virus terutama berekstensi .exe tanpa di ketahui pengguna komputer.

6.      Mengubah Ekstensi File
Saat ini banyak pula virus yang “menyamar” sebagai sebuah file berekstensi .doc ataupun excel. Biasanya file Ms Word dan Excel yang sudah terinfeksi akan berubah menjadi extensi .exe dan parahnya lagi file file tersebut tidak bisa dihapus begitu saja, apalagi jika file yang terinfeksinya sudah sangat banyak mau tidak mau harus melakukan installasi ulang program. Jadi sebaiknya ubah file .doc atau .xls menjadi ekstensi .rtf (Rich text format) karena lebih jarang virus menyerangnya.

7.      Gunakan Kombinasi Antivirus
Cara terakhir yang terbukti aman yaitu dengan menginstall dua macam program AV pada komputer anda, satu AV dari luar negeri dan satunya AV lokal. Contohnya kombinasi antara AV Avast dan SmadAv akan memberikan perlindungan ekstra kepada komputer anda, karena jika digunakan salah satu saja maka biasanya ada virus yang lolos.

Tanda Tanda Komputer Terkena Virus
Setelah kita mengetahui beberapa cara untuk menjaga supaya sebuah komputer tidak mudah terserang virus, maka rasanya tidak akan lengkap jika tidak mengetahui seperti apa sih tanda tanda komputer atau laptop terkena virus, berikut penjelasan lengkapnya.
Q  Beberapa Program Sering Not Responding
Jika komputer atau laptop anda biasanya selalu lancar dan tiba tiba lebih sering Not Responding terutama saat membuka Windows Explorer maka harus dicurigai komputer anda telah terserang virus. Jika tidak segera diatasi dapat semakin parah, bahkan komputer menjadi hang dan harus direstart. Pada beberapa kasus, komputer tidak bisa diapa-apakan lagi sehingga dengan terpaksa harus mematikan komputer tanpa melalui proses shutdown.

Q  Terdapat Aplikasi Yang Tidak Dikenal
Salah satu tanda yang paling mudah dikenali jika sebuah komputer terserang virus yaitu ada beberapa program atau aplikasi yang sebelumnya tidak pernah anda install. Biasa nya kerjadian seperti ini sering terjadi ketika ada virus yang berfungsi sebagai autorun, jadi tanpa anda ketahui autorun tersebut yang menginstall banyak aplikasi yang akan menambah beban ruang penyimpanan.

Q  Terdapat Banyak Shortcut Pada Flashdisk
Bagi orang yang sering mencolok-kan flashdisk kedalam komputer biasanya sering atau setidaknya pernah mengalami kejadian dimana ketika sebuah flashdisk terhubung dan saat membukanya muncul banyak shortcut.Hal seperti ini disebabkan oleh virus ramnit, meskipun tidak terlalu berbahaya namun bisa membuat jengkel pengguna komputer.

Q  Terdapat Banyak Iklan Yang Sama
Hal seperti ini biasanya disebabkan oleh virus yang berasal dari situs jual beli dan virus ini sering disebut dengan istilah Adware yang akan menampilkan banyak iklan yang sama, meskipun anda membuka website yang tidak tidak berkaitan dengan produk iklan sekalipun. Misalnya ketika anda sedang buka Wikipedia, tiba tiba ada iklan Jual Kamera yang hampir menutupi layar dan virus adware tidak dapat dibasmi dengan Adblok biasa.

Q  Komputer Menjadi Lambat
Sebenarnya penyebab komputer berkerja lebih lambat bisa disebabkan oleh terlalu banyak menginstall software sehingga disk space menjadi sedikit.Namun jika loading komputer anda berubah secara tiba tiba maka harus dicurigai telah terserang virus, karena virus bisa menggunakan banyak sumber daya komputer.Dapat dipastikan sebuah virus jika anda merasa tidak memiliki banyak software dan disk space yang besar tetapi komputernya tetap lelet. (baca juga: cara agar laptop tidak lemot)

Q  Aktivitas Program Antivirus Terasa Aneh
Tandanya seperti komputer sudah jelas jelas terserang virus, namun ketika hendak di bersihkan melalui scan, tidak ditemukan virus apapun. Jangan tertipu dengan hasil scan yang menunjukan komputer anda bersih dari virus, itu menjadi pertanda bahwa program Antivirus telah terinfeksi virus.
Ketika hendak menginstall AV baru maka selalu gagal dan tidak bisa dijalankan, jika kondisi sudah seperti ini maka solusi terakhir lakukan install ulang total. Semua data harddisk akan di format, itulah kenapa sangat disarankan bagi anda untuk selalu rutin melakukan backup data penting dan bisa menduplikasinya ke device lain

3 Cara Menjaga Keamanan Jaringan Komputer
Jaringan komputer merupakan salah satu bentuk penerapan dari perkembangan teknologi komputer. Jaringan komputer memungkinkan dua atau lebih komputer saling terhubung satu sama lain, sehingga mereka bisa saling berbagai sumber daya data file dan juga informasi yang penting. Tentu saja ada banyak hal yang bisa kita pelajari mengenai jaringan komputer.
Hal yang paling penting untuk dipelajari dalam jaringan komputer adalah mengenai bagaimana dapat membangun dan juga mengimplementasikan sebuah jaringan komputer yang tepat sasaran, tepat guna dan juga pastinya sesuai dengan kebutuhan dari user. Tidak hanya itu, dari sekian banyak jaringan komputer yang ada pastinya user harus memilih perangkat keras jaringan komputer apa saja yang digunakan sesuai dengan kebutuhannya.
Berikut ini adalah beberapa hal yang harus diperhatikan oleh para teknisi jaringan dan juga pengelola dalam membangun dan mengimplementasikan sebuah jaringan komputer:
¨      Sesuaikan penyusunan jaringan komputer dengan kebutuhan utama dari user.
¨      Sesuaikan juga dengan budget yang dimilki oleh user.
¨      Selalu menggunakan perangkat pendukung yang memiliki kualitas baik, agar proses transmisi data dapat berjalan dengan lancar.
¨      Pastikan desain dari topologi jaringan komputer, dengan menganalisa lokasi jaringan secara fisik.
¨      Jangan lupakan faktor keamanan dari sebuah jaringan komputer.
¨      Gunakan spesifikasi komputer server dan juga komputer client sesuai degnan kebutuhan.

Kemanan Jaringan Komputer
Hal terpenting dalam membuat dan mengimplementasikan sebuah jaringan komputer, selain beberapa hal di atas adalah dengan cara menjaga keamanan dari jaringan komputer tersebut. Kemanan jaingan komputer apabila diartikan secara harafiah berarti merupakan suatu upaya dari ahli atau teknisi jaringan untuk menjaga agar jaringna komputer yang sudah dibuat tidak disalahgunakan, dirusak dan juga diretas oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Dengan menggunakan jaringan komputer yang aman dapat membuat data menjadi lebih aman dari serangan hacker. Manfaat jaringan komputer ini salah satunya adalah mempermudah proses men-share dokumen ke berbagai user dalam area yang sama dengan lebih efisien. Oleh sebab itu, menggunakan jaringan komputer yang sesuai sangat dianjurkan salah satunya menekan biaya maintenance pada perangkat keras jaringan yang digunakan.Salah satunya dengan memilih jenis kabel jaringan komputer yang sesuai pemakaian.
Bagaimana Menjaga Keamanan Jaringan Komputer?
Untuk dapat menjaga kemanaan jaringan komputer dari tangan-tangan tidak bertanggung jawab, dan juga untuk menghindari pembajakan dan juga pencurian data, maka ada beberapa hal yang harus kita perhatikan dalam menjaga keamanan jaringan komputer, yaitu :

1.Keamanan Secara Fisik
Kemanan secara fisik meliputi faktor pencegah dan juga faktor kemanan yang mampu menjaga agar bentuk fisik dari sebuah jaringan, alias perangkat keras jaringan komputer aman secara fisik. Berikut ini adalah bbeberapa cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kemanan fisik dari jaringna komputer:
ü  Letakkan komputer server pada lokasi yang aman, dengan kunci yang hanya bisa diakses oleh otoritas yang berwenang saja.
ü  Sebisa mungkin letakkan komputer server pada tempat yang sulit untuk di lihat orang.
ü  Pastikan CCTV juga ikut mengawasi seluruh perangkat fisik jaringan komputer selama 24 penuh.
ü  Bisa juga dengan cara meletakkan server di dalam sebuah jeruji besi yang memiliki gembok, agar benar-benar aman.
ü  Kabel-kabel jaringan juga harus diperhatikan, agar jauh dari gangguan binatang pengerat yang biasa merusak.

2.      Keamanan pada BIOS
Apabila kemanan secara fisik cukup sulit untuk dilakukan, karena keterbatasan ruang dan juga biaya, mka adari itu salah satu hal yang bisa dilakukan adalah menerapkan BIOS security. BIOS security dapat dilakukan dengan cara :
ü  Membuat kode password tertentu pada sistem BIOS.
ü  Melakukan disable booting dari floppy.
ü  Gunakan password yang unik dalam setiap folder, user account, dan juga data serta file penting.
Cara menjaga keamanan jaringna komputer berikutnya adalah dengan cara membuat kombinasi password yang unik pada setiap bagian penting di komputer server, seperti user account, file, folder, dan juga drive yang menyimpan informasi penting. Dalam mengaplikasikan sebuah password, ada beberapa hal yang bisa diperhatikan, seperti:

ü  Gunakan kombinasi huruf besar, huruf kecil, angka dan tanda baca dalam satu buah rangkaian kombinasi password
ü  Minimal karakter dari sebuah password adalah 7, makin banyak makin baik
ü  Selalu lakukan maintenance dengan cara mengganti kombinasi password secara rutin
ü  Hanya memberikan kombinasi pada password pada ototritas yang berwenang, seperti programmer, teknisi jaringan, dan mungkin juga beberapa orang yang berasal dari jajaran manajemen
ü  Usahakan jangan menuliskan password di kertas atau notepad secara gamblang
ü  jangan pernah membocorkan mengenai kerahasiaan password dari server
ü  Gunakan antivirus untuk mencegah komputer server dan juga client terinfeksi malicious code
Malicious code adalah salah satu gangguan yang dapat menyebabkan kinerja dari sebuah komputer menjadi melambat.BIasanya malicious code ini terjadi akibat serangan virus (Baca juga mengenai ciri komputer terkena virus). Maka dari itu, untuk menghindari hal ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, seperti :
ü  Selalu gunakan antivirus pada setiap server dan juga client
ü  Lakukan update antivirus secara berkala
ü  Ada baiknya komputer server tidak digunakan untuk melakukan browsing dan juga download file dari internet
ü  Selalu gunakan antivirus yang berkualitas, dan genuine atau asli

3.      Keamanan software
Teknisi jaringan komputer juga harus peka terhadap kondisi keamanan software jaringan komputer. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh para teknisis jaringan agar mampu menganalisa software apa saja yang dibutuhkan pada sebuah jaringan komputer.
Kesalahan ataupun terlalu banyak software yang diinstal atau bahkan terinstallnya software yang tidak diperlukan, akan menyebabakan banyak cracker dan juga hacker mampu melakukan proses cracking. Melalui software tersebut, yang menyebabkan data dari server dapat diakses dengan mudah.
Pada dasarnya manajemen keamanan sistem jaringan komputer yang baik akan membantu mencegah terjadinya gangguan pada jaringan komputer yang tentu saja dapat berakibat fatal, seperti peretasan terhadap informasi penting yang ada di dalam server. Dengan adanya sistem keamanan jaringan komputer yang baik, maka hal ini dapat mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Mengapa Keamanan Jaringan Komputer Perlu dan Penting?
Sama seperti layaknya proteksi dan juga keamanan komputer kita dari virus, maka keamanan jaringna komputer pun sangat penting. Terkadang, ketika kita memiliki jaringan yang sudah cukup luas, muncul beberapa resiko yang bisa terjadi, seperti :

Ø  Peretasan atau hacking terhadap jaringan.
Ø  Pencurian data dan file serta informasi penting.
Ø  Penyalahgunaan sumber daya pada sebuah jaringan.
Ø  Kegagalan pada jaringan, akibat ulah tangan tidak bertanggung jawab.
Ø  Jaringan komputer yang tidak bisa bekerja dengan sempurna.
Ø  Performa dari komputer server yang menurun, sehingga berpengaruh pada melambatnya proses transmisi data.

Maka dari itu, itu mencegah terjadinya hal-hal di atas, kita harus mampu untuk membentuk dan menyusun kemanan jaringna komputer sedemikian rupa, agar tidak mudah mengalami hal tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Decision Support Systems (DSS)

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN DOSEN: Prof. Dr. Ir. H. Hapzi Ali, MM D...