SISTEM
INFORMASI MANAJEMEN
DOSEN:
Prof.
Dr. Ir. H. Hapzi Ali, MM
DISUSUN
OLEH
DIHAN
ARCHIKA
43215010036
TINJAUAN
PUSTAKA
Pengertian
Keamanan Informasi
Menurut G. J. Simons, keamanan
informasi adalah bagaimana kita dapat mencegah
penipuan (cheating) atau, paling
tidak, mendeteksi adanya penipuan di sebuah sistem yang
berbasis informasi, dimana informasinya sendiri tidak memiliki arti fisik.
Selain itu keamanan sistem
informasi bisa diartikan sebagai
kebijakan, prosedur, dan
pengukuran teknis yang digunakan untuk mencegah akses yang
tidak sah, perubahan program, pencurian,
atau kerusakan fisik
terhadap sistem informasi.
Sistem pengamanan terhadap teknologi informasi dapat ditingkatkan dengan
menggunakan teknik-teknik dan
peralatan-peralatan untuk
mengamankan perangkat keras
dan lunak komputer,
jaringan komunikasi, dan data.
Saat pemerintah dan kalangan
industri mulai menyadari kebutuhan untuk mengamankan sumber daya informasi
mereka, perhatian nyaris terfokus secara eksklusif pada perlindunga peranti
keras data maka istilah keamanan sistem digunakan. Istilah keamanan sistem
digunakan untuk mengambarkan perlindungna baik peralatan komputer dan
nonkomputer, fasilitas,data dan informasi dari penyalahgunaan pihak-pihak yang
tidak berwenang.
Tujuan Keamanan Informasi
Keamanan informasi bertujuan untuk
mencapai tiga tujuan utama: kerahasiaan, ketersediaaan, dan integrasi.
a. Kerahasiaan.
Perusahaan mencari cara untuk melindungi data dan informasinya dari penggunaan
yang tidak semestinya oleh orang-orang yang tidak memiliki otoritas
menggunakannya. Sistem informasi eksekutif, sistem informasi sumber daya
manusia, dan sistem pengolahan transaksi, seperti pembayaan gaji, piutang
usaha, pembelian, dan hutang usaha, adalah sistem-sistem yang terutama harus
mendapat perhatian dalam keamanan informasi.
b. Ketersediaan. Tujuan dibangunnya
infrastruktur informasi perusahaan adalah supaya data dan informasi perusahaan
tersedia bagi pihak-pihak yang memiliki otoritas untuk menggunakannya. Tujuan
ini khususnya penting bagi MIS, DSS, dan sistem informasi organisasi.
c. Integritas Seluruh
sistem informasi harus memberikan atau menyediakan gambaran yang akurat
mengenai sistem fisik yang mereka wakili.
Sistem informasi perusahaan harus
melindungi data dan informasinya dari tindakan penyalahgunaan, tapi tetap
menjamin tersedianya data dan informasi yang akurat untuk pengguna yang
pihak-pihak yang berhak terhadap data dan informasi tersebut.
Pentingnya
Keamanan Sistem Informasi
Seringkali sulit
untuk membujuk management
perusahaan atau pemilik sistem informasi untuk melakukan
investasi di bidang keamanan. Di tahun 1997 majalah Information Week melakukan
survey terhadap 1271 sistem atau network manager di Amerika Serikat. Hanya 22%
yang menganggap keamanan sistem informasi sebagai komponen sangat penting
(“extremely important”). Mereka lebih mementingkan “reducing cost” dan
“improving competitiveness”
meskipun perbaikan sistem
informasi setelah dirusak justru dapat menelan biaya yang lebih
banyak.
Meskipun sering terlihat sebagai
besaran yang tidak dapat langsung diukur dengan uang (intangible), keamanan sebuah sistem
informasi sebetulnya dapat diukur dengan besaran yang dapat diukur dengan
uang (tangible). Dengan adanya ukuran
yang terlihat, mudah-mudahan pihak management dapat mengerti pentingnya
investasi di bidang keamanan. Berikut ini adalah berapa contoh kerugian yang
timbul akibat kurangnya penerapan keamanan :
ü
Hitung
kerugian apabila sistem informasi anda tidak bekerja selama 1jam, selama 1 hari,
1 minggu, dan 1 bulan. (Sebagai perbandingkan, bayangkan jika server
Amazon.com tidak dapat diakses selama beberapa hari. Setiap harinya dia dapat
menderita kerugian beberapa juta dolar.)
ü
Hitung
kerugian apabila ada kesalahan informasi (data)
pada sistem informasi anda.
Misalnya web site anda mengumumkan harga sebuah barang yang berbeda dengan
harga yang ada di toko anda.
ü
Hitung
kerugian apabila ada data yang hilang, misalnya berapa kerugian yang diderita
apabila daftar pelanggan dan invoice hilang dari sistem anda. Berapa biaya yang
dibutuhkan untuk rekonstruksi data.
ü
Apakah
nama baik perusahaan anda merupakan sebuah hal yang harus dilindungi? Bayangkan
bila sebuah bank
terkenal dengan rentannya pengamanan data-datanya, bolak-balik
terjadi security incidents. Tentunya banyak nasabah yang
pindah ke bank lain karena takut akan keamanan uangnya.
Keamanan dalam sistem informasi
merupakan faktor yang sangat penting keberadaannya dalam mengoperasian sistem
informasi itu sendiri. Bagaimana tidak banyak ancaman-ancaman yang terjadi pada
sistem informasi yang akan merugikan banyak pihak, baik individu, masyarkat,
dan lain sebagainya. Oleh karena itu untuk mencegah ancaman-ancaman terhadap
sistem informasi yaitu perlu adanya keamanan yang sangat canggih agar dapat
mendeteksi atau membenarkan dari sebagian sistem yang rusak akibat gangguan
pada sistem informasi.
Ancaman terhadap sistem informasi
sendiri terbagi menjadi dua bagian yaitu :
1.
Ancaman
aktif merupakan suatu kejahatan yang terjadi pada komputer dan suatu kecurangan
berupa pencurian data.
2.
Ancaman
pasif merupakan kegagalam sistem itu sendiri atau kesalahan manusia dalam
memproses sistem, atau karena adanya bencana alam yang terjadi yang
mengakibatkan ancaman bagi sistem itu sendiri.
Selain itu ada beberapa ancaman
yang terjadi pada sistem informasi yaitu penyalahgunaan teknologi berupaka
kejahatan kriminal yaitu :
1.
Kejahatan
yang dilakukan dengan menyusup kedalam sistem jaringan komputer tanpa
sepengetahuan dari pemilik sistem jaringan komputer. Contohnya : seorang pelaku
kejahatan atau hacker melakukan sabotase terhadap informasi yang sangat penting
atau mencuri informasi yang sangat penting dan rahasia.
2.
Kejahatan
dengan memasukkan data atau berupa informasi ke jaringan internet tentang
sesuatu yang tidak benar dan melanggar ketentuan hukum. Contohnya pemuatan
berita atau informasi yang tidak benar seperti memuat video pornografi, memuat
informasi yang sangat rahasia seperti rahasi negara, dll
3.
Kejahatan
dengan memalsukan data pada dokumen-dokumen penting yang tersimpan pada dokumen
melalu internet.
4.
Kejahatan
dengan memanfaatkan jaringan internet untuk melakukan mata-mata terhadap pihak
yang menjadi sasaran, dengan memasuki sistem jaringan komputer pihak yang
menjadi sasarannya.
5.
Kejahatan
yang dilakukan dengan membuat gangguan, perusakan atau pengahncuran terhadap
data atau sistem jaringan komputer. Misalnya menyusupkan virus komputer dimana
data yang terkena virus tidak dapat digunakan lagi.
6.
Kejahatan
yang ditujuakan terhadap kekayaan intelektual yang dimiliki pihak lain di
Internet.
7.
Kejahatan
yang ditujukan terhadap keterangan pribadi seseorang yang tersimpan pada formulir
data seseorang yang tersimpan pada komputer, dimana jika ada yang mengetahui
data tersebut maka dapat merugikan korban. Misalnya nomor pin ATM. Pasword, dan
lain-lain.
Beberapa uraian mengenai
ancaman-ancaman yang terjadi pada sistem informasi, maka perlu adanya
penanggulangan yang harus mengantisipasi ancaman terhadap sistem informasi.
Adapun cara menanggulangi ancaman tersebut, maka bisa menggunakan metode
pengelolaan pengendalian dimana merupakan suatu cara yang masih efektif dalam
mencegah ancaman terhadap sistem informasi. Pengendalian dalam sistem
tekonologi informasi dibagi menjadi dua, yaitu:
1.
Pengendalian
secara umum (General control) yang merupakan pengendalian sistem tekonologi
informasi yang paling luar dan harus dihadapi terlebih dahulu oleh pemakai
sistem informasi. Beberapa pengendaliannya yaitu : Organisasi, dokumentasi,
kontrol pencegah kerusakan perangkat, parameter keamanan data, dll.
2.
Pengendalian
aplikasi merupakan pengendalian yang dipasang pada pengelolaan aplikasinya
yaitu berupa : pengendalian masukan, pengendalian pengolahan, dan pengendalian
keluaran.
Cara menanggulangi ancaman atau
gangguan dengan mengunakan metode pengelolaan pengendalian-pengendalian
(managing controls) yaitu kegiatan-kegiatan yang dilakukan manajer sistem informasi
untuk meyakinkan bahwa pengendalian-pengendalian di dalam sistem teknologi
informasi masih tetap dilakukan dan masih efektif dalam mencegah ancaman dan
gangguan terhadap sistem informasi.pengendalian di sistem teknologi informasi
terbagi menjadi dua kelompok, yaitu:
1)
Pengendalian
secara umum (General Controls)pengendalian secara umum merupakan
pengendalian-pengendalian sistem teknologi informasi yang paling luar yang
harus dihadapi terlebih dahulu oleh pemakai sistem informasinya, meliputi
pengendalian:
·
Organisasi
·
Dokumentasi
·
Kontrol
pencegahan kerusakan perangkat keras
·
Design
keaamaan fisik
·
Parameter
keamanan data
2)
Pengendalian
aplikasi (Application Controls) pengendalian aplikasi merupakan pengendalian
yang dipasang pada pengelolaan aplikasinya yang meliputi:
•
Pengendalian-pengendalian
masukan (Input Control)
•
Pengendalian-pengendalian
pengolahan (Processing Control)
•
Pengendalian-pengendalian
keluaran (Output Controls)
3)
Perkembangan
teknologi komputer, selain menimbulkan banyak manfaat juga memiliki banyak sisi
buruk. Salah satunya adalah serangan terhadap system komputer yang terhubung ke
Internet. Sebagai akibat dari serangan itu, banyak sistem komputer atau
jaringan yang terganggu bahkan menjadi rusak.Untuk menanggulangi hal tersebut,
diperlukan sistem keamanan yang dapat menanggulangi dan mencegah
kegiatan-kegiatan yang mungkin menyerang sistem jaringan.Dalam perkembangan
teknologi dewasa ini, sebuah informasi menjadi sangat penting bagi sebuah
organisasi. Informasi tersebut biasanya dapat diakses oleh para penggunanya.
Akan tetapi, ada masalah baru yang berakibat dari keterbukaan akses tersebut.
Disinilah peranan keamanan jaringan dalam mengatasi persoalan Masalah-masalah
tersebut antara lain adalah sebagai berikut:
i.
Pemeliharaan
validitas dan integritas data atau informasi tersebut.
ii.
Jaminan
ketersediaan informasi bagi pengguna yang berhak.
iii.
Pencegahan
akses sistem dari yang tidak berhak.
iv.
Pencegahan
akses informasi dari yang tidak berhak.
4)
Untuk
menjamin keamanan dalam jaringan, perlu dilakukan perencanaan keamaan yang
matang berdasarkan prosedur dan kebijakan dalam keamanan jaringaan Perencanaan
tersebut akan membantu dalam hal-hal berikut ini: – Menentukan data atau
informasi apa saja yang harus dilindungi – Menentukan berapa besar biaya yang
harus ditanamkan dalam melindunginya – Menentukan siapa yang bertanggung jawab
untuk menjalankan langkah-langkahyang diperlukan untuk melindungi bagian
tersebut .
8
Cara Mencegah Komputer Terkena Virus
1.
Selalu
Wasapda Terhadap Flashdisk, Memory Dan Sejenisnya
Salah satu cara paling sering
virus menyebar adalah melalui perangkat yang bisa berpindah pindah seperti
flashdisk ataupun harddisk external, selalu scan total sebelum anda masuk dan
mengambil file dari media penyimpanan removeable tersebut.
Jenis virus yang biasanya ada
didalam flashdisk adalah autorun, yang lebih gawatnya autorun tidak dapat
dihilangkan dengan mudah jika menggunakan antivirus gratisan. File autorun ini
biasa terletak di jendela depan suatu flashdisk, jadi pengguna harus berhati
hati dan jangan nekat melanjutkan jika ditemukan file autorun. (baca juga: cara
menghilangkan virus shortcut)
2.
Jangan
Mendownload Sembarangan
Berdasarkan penelitian oleh pakar
IT menyebutkan bahwa komputer yang tidak pernah terhubung ke Internet memiliki
resiko yang rendah untuk terserang virus, sangat berbeda dengan komputer yang
selalu terkoneksi dengan Internet. Virus seperti trojan, worm hingga malware
dapat dengan mudahnya memasuki komputer seseorang yang sering melakukan
download secara sembarangan.
Jadi untuk itu supaya aman,
sangat disarankan untuk tidak mendownload file dari sumber yang tidak
terpercaya, misalnya mau mendownload game maka pergilah ke website resminya
meskipun game nya berbayar sekalipun daripada harus nekat mendownload di
website tidak jelas.
Atau user dapat bertanya di forum
forum Internet, web mana saja yang memiliki reputasi yang baik sebagai tempat
download yang aman dan bebas virus. Namun untuk lebih memudahkan user mengakses
Internet secara lebih aman lebih baik perangkat komputer juga dilengkapi
firewall, sebab fungsi firewall dapat melindungi dari serangan virus dan
malware.
3.
Memakai
Deep Freeze
Jika komputer anda memang
mengharuskan untuk selalu terkoneksi dengan internet dan sering dihubungkan
dengan removeable drive seperti flashdisk dan harddisk ataupun komputer anda
untuk keperluan umum seperti halnya warnet maka solusi terbaik yakni dengan
mamakai program Depp Freeze yang dapat digunakan jika komputer mengalami error
akibat kesalahan baik yang disebabkan faktor human error ataupun virus.
Jadi intinya Deep Freezer akan
mempermudah anda untuk menghapus semua kesalahan dan mengembalikan kondisi
komputer seperti semula yaitu cukup dengan satu kali restart. Namun perlu
diketahui bahwa kelemahan Deep Freeze yaitu tidak bisa menyimpan file di
partisi disk yang anda set, misalnya Disk C sebagai tempat menyimpan program
Deep Freeze maka semua file yang anda simpan di C akan hilang, jadi sebaiknya
dipindahkan ke disk lain seperti D ataupun yang lain.
4.
Selalu
Aktifkan Firewall
Terutama jika komputer anda
selalu terhubung ke jaringan, firewall ibarat sebuah tembok penghalang bagi
virus, malware ataupun hacker yang ingin membajak komputer anda melalui
jaringan internet. Firewall dapat memutuskan apakah sebuah komputer bisa
terhubung ke jaringan atau memblokirnya. Daya efektifitas firewall tergantung
dari konfigurasi dan bagiamana cara pengguna dalam mengatur filter setting.
(baca juga: cara kerja firewall pada jaringan komputer)
5.
Kompresi
File Penting Dalam Bentuk ZIP atau RAR
Jika anda memiliki file penting
seperti MS Word, Excel ataupun yang berektensi.exe maka sebaiknya lakukan
kompresi file tersebut dalam satu file berformat ZIP ataupun RAR, tujuannya
supaya virus tidak menginfeksi file tersebut. Dengan rutin melalukan
pengkompresi seperti ini maka peluang virus untuk menyebar akan semakin kecil,
terlebih jika sistem windowsnya sudah ada firewallnya.
6. Matikan Autorun
Untuk mengantisipasi supaya file
atau program yang berisi virus tidak dapat dijalankan secara otomatis maka
disarankan kepada pengguna untuk menonaktifkan fitur autorun pada komputernya.
Banyak pengguna yang tidak mengerti betapa krusial posisi autorun karena
disamping untuk dapat menjalankan program “Baik” secara otomatis, ia juga akan
menjalankan file virus terutama berekstensi .exe tanpa di ketahui pengguna
komputer.
6.
Mengubah
Ekstensi File
Saat ini banyak pula virus yang
“menyamar” sebagai sebuah file berekstensi .doc ataupun excel. Biasanya file Ms
Word dan Excel yang sudah terinfeksi akan berubah menjadi extensi .exe dan
parahnya lagi file file tersebut tidak bisa dihapus begitu saja, apalagi jika
file yang terinfeksinya sudah sangat banyak mau tidak mau harus melakukan
installasi ulang program. Jadi sebaiknya ubah file .doc atau .xls menjadi
ekstensi .rtf (Rich text format) karena lebih jarang virus menyerangnya.
7.
Gunakan
Kombinasi Antivirus
Cara terakhir yang terbukti aman
yaitu dengan menginstall dua macam program AV pada komputer anda, satu AV dari
luar negeri dan satunya AV lokal. Contohnya kombinasi antara AV Avast dan SmadAv
akan memberikan perlindungan ekstra kepada komputer anda, karena jika digunakan
salah satu saja maka biasanya ada virus yang lolos.
Tanda
Tanda Komputer Terkena Virus
Setelah kita mengetahui beberapa
cara untuk menjaga supaya sebuah komputer tidak mudah terserang virus, maka
rasanya tidak akan lengkap jika tidak mengetahui seperti apa sih tanda tanda
komputer atau laptop terkena virus, berikut penjelasan lengkapnya.
Q
Beberapa
Program Sering Not Responding
Jika komputer atau laptop anda
biasanya selalu lancar dan tiba tiba lebih sering Not Responding terutama saat
membuka Windows Explorer maka harus dicurigai komputer anda telah terserang
virus. Jika tidak segera diatasi dapat semakin parah, bahkan komputer menjadi
hang dan harus direstart. Pada beberapa kasus, komputer tidak bisa diapa-apakan
lagi sehingga dengan terpaksa harus mematikan komputer tanpa melalui proses
shutdown.
Q
Terdapat
Aplikasi Yang Tidak Dikenal
Salah satu tanda yang paling
mudah dikenali jika sebuah komputer terserang virus yaitu ada beberapa program
atau aplikasi yang sebelumnya tidak pernah anda install. Biasa nya kerjadian
seperti ini sering terjadi ketika ada virus yang berfungsi sebagai autorun,
jadi tanpa anda ketahui autorun tersebut yang menginstall banyak aplikasi yang
akan menambah beban ruang penyimpanan.
Q
Terdapat
Banyak Shortcut Pada Flashdisk
Bagi orang yang sering
mencolok-kan flashdisk kedalam komputer biasanya sering atau setidaknya pernah
mengalami kejadian dimana ketika sebuah flashdisk terhubung dan saat membukanya
muncul banyak shortcut.Hal seperti ini disebabkan oleh virus ramnit, meskipun
tidak terlalu berbahaya namun bisa membuat jengkel pengguna komputer.
Q
Terdapat
Banyak Iklan Yang Sama
Hal seperti ini biasanya disebabkan
oleh virus yang berasal dari situs jual beli dan virus ini sering disebut
dengan istilah Adware yang akan menampilkan banyak iklan yang sama, meskipun
anda membuka website yang tidak tidak berkaitan dengan produk iklan sekalipun.
Misalnya ketika anda sedang buka Wikipedia, tiba tiba ada iklan Jual Kamera
yang hampir menutupi layar dan virus adware tidak dapat dibasmi dengan Adblok
biasa.
Q
Komputer
Menjadi Lambat
Sebenarnya penyebab komputer
berkerja lebih lambat bisa disebabkan oleh terlalu banyak menginstall software
sehingga disk space menjadi sedikit.Namun jika loading komputer anda berubah
secara tiba tiba maka harus dicurigai telah terserang virus, karena virus bisa
menggunakan banyak sumber daya komputer.Dapat dipastikan sebuah virus jika anda
merasa tidak memiliki banyak software dan disk space yang besar tetapi
komputernya tetap lelet. (baca juga: cara agar laptop tidak lemot)
Q
Aktivitas
Program Antivirus Terasa Aneh
Tandanya seperti komputer sudah
jelas jelas terserang virus, namun ketika hendak di bersihkan melalui scan,
tidak ditemukan virus apapun. Jangan tertipu dengan hasil scan yang menunjukan
komputer anda bersih dari virus, itu menjadi pertanda bahwa program Antivirus
telah terinfeksi virus.
Ketika hendak menginstall AV baru
maka selalu gagal dan tidak bisa dijalankan, jika kondisi sudah seperti ini
maka solusi terakhir lakukan install ulang total. Semua data harddisk akan di
format, itulah kenapa sangat disarankan bagi anda untuk selalu rutin melakukan
backup data penting dan bisa menduplikasinya ke device lain
3
Cara Menjaga Keamanan Jaringan Komputer
Jaringan komputer merupakan salah
satu bentuk penerapan dari perkembangan teknologi komputer. Jaringan komputer
memungkinkan dua atau lebih komputer saling terhubung satu sama lain, sehingga
mereka bisa saling berbagai sumber daya data file dan juga informasi yang
penting. Tentu saja ada banyak hal yang bisa kita pelajari mengenai jaringan
komputer.
Hal yang paling penting untuk
dipelajari dalam jaringan komputer adalah mengenai bagaimana dapat membangun
dan juga mengimplementasikan sebuah jaringan komputer yang tepat sasaran, tepat
guna dan juga pastinya sesuai dengan kebutuhan dari user. Tidak hanya itu, dari
sekian banyak jaringan komputer yang ada pastinya user harus memilih perangkat
keras jaringan komputer apa saja yang digunakan sesuai dengan kebutuhannya.
Berikut ini adalah beberapa hal
yang harus diperhatikan oleh para teknisi jaringan dan juga pengelola dalam
membangun dan mengimplementasikan sebuah jaringan komputer:
¨
Sesuaikan
penyusunan jaringan komputer dengan kebutuhan utama dari user.
¨
Sesuaikan
juga dengan budget yang dimilki oleh user.
¨
Selalu
menggunakan perangkat pendukung yang memiliki kualitas baik, agar proses
transmisi data dapat berjalan dengan lancar.
¨
Pastikan
desain dari topologi jaringan komputer, dengan menganalisa lokasi jaringan
secara fisik.
¨
Jangan
lupakan faktor keamanan dari sebuah jaringan komputer.
¨
Gunakan
spesifikasi komputer server dan juga komputer client sesuai degnan kebutuhan.
Kemanan Jaringan Komputer
Hal terpenting dalam membuat dan
mengimplementasikan sebuah jaringan komputer, selain beberapa hal di atas
adalah dengan cara menjaga keamanan dari jaringan komputer tersebut. Kemanan
jaingan komputer apabila diartikan secara harafiah berarti merupakan suatu
upaya dari ahli atau teknisi jaringan untuk menjaga agar jaringna komputer yang
sudah dibuat tidak disalahgunakan, dirusak dan juga diretas oleh pihak-pihak
yang tidak bertanggung jawab.
Dengan menggunakan jaringan
komputer yang aman dapat membuat data menjadi lebih aman dari serangan hacker.
Manfaat jaringan komputer ini salah satunya adalah mempermudah proses men-share
dokumen ke berbagai user dalam area yang sama dengan lebih efisien. Oleh sebab
itu, menggunakan jaringan komputer yang sesuai sangat dianjurkan salah satunya
menekan biaya maintenance pada perangkat keras jaringan yang digunakan.Salah
satunya dengan memilih jenis kabel jaringan komputer yang sesuai pemakaian.
Bagaimana Menjaga Keamanan
Jaringan Komputer?
Untuk dapat menjaga kemanaan jaringan
komputer dari tangan-tangan tidak bertanggung jawab, dan juga untuk menghindari
pembajakan dan juga pencurian data, maka ada beberapa hal yang harus kita
perhatikan dalam menjaga keamanan jaringan komputer, yaitu :
1.Keamanan Secara
Fisik
Kemanan secara fisik meliputi
faktor pencegah dan juga faktor kemanan yang mampu menjaga agar bentuk fisik
dari sebuah jaringan, alias perangkat keras jaringan komputer aman secara
fisik. Berikut ini adalah bbeberapa cara yang bisa dilakukan untuk menjaga
kemanan fisik dari jaringna komputer:
ü
Letakkan
komputer server pada lokasi yang aman, dengan kunci yang hanya bisa diakses
oleh otoritas yang berwenang saja.
ü
Sebisa
mungkin letakkan komputer server pada tempat yang sulit untuk di lihat orang.
ü
Pastikan
CCTV juga ikut mengawasi seluruh perangkat fisik jaringan komputer selama 24
penuh.
ü
Bisa
juga dengan cara meletakkan server di dalam sebuah jeruji besi yang memiliki
gembok, agar benar-benar aman.
ü
Kabel-kabel
jaringan juga harus diperhatikan, agar jauh dari gangguan binatang pengerat
yang biasa merusak.
2.
Keamanan
pada BIOS
Apabila kemanan secara fisik
cukup sulit untuk dilakukan, karena keterbatasan ruang dan juga biaya, mka
adari itu salah satu hal yang bisa dilakukan adalah menerapkan BIOS security.
BIOS security dapat dilakukan dengan cara :
ü
Membuat
kode password tertentu pada sistem BIOS.
ü
Melakukan
disable booting dari floppy.
ü
Gunakan
password yang unik dalam setiap folder, user account, dan juga data serta file
penting.
Cara menjaga keamanan jaringna
komputer berikutnya adalah dengan cara membuat kombinasi password yang unik
pada setiap bagian penting di komputer server, seperti user account, file,
folder, dan juga drive yang menyimpan informasi penting. Dalam mengaplikasikan
sebuah password, ada beberapa hal yang bisa diperhatikan, seperti:
ü
Gunakan
kombinasi huruf besar, huruf kecil, angka dan tanda baca dalam satu buah
rangkaian kombinasi password
ü
Minimal
karakter dari sebuah password adalah 7, makin banyak makin baik
ü
Selalu
lakukan maintenance dengan cara mengganti kombinasi password secara rutin
ü
Hanya
memberikan kombinasi pada password pada ototritas yang berwenang, seperti
programmer, teknisi jaringan, dan mungkin juga beberapa orang yang berasal dari
jajaran manajemen
ü
Usahakan
jangan menuliskan password di kertas atau notepad secara gamblang
ü
jangan
pernah membocorkan mengenai kerahasiaan password dari server
ü
Gunakan
antivirus untuk mencegah komputer server dan juga client terinfeksi malicious
code
Malicious code adalah salah satu
gangguan yang dapat menyebabkan kinerja dari sebuah komputer menjadi
melambat.BIasanya malicious code ini terjadi akibat serangan virus (Baca juga
mengenai ciri komputer terkena virus). Maka dari itu, untuk menghindari hal
ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, seperti :
ü
Selalu
gunakan antivirus pada setiap server dan juga client
ü
Lakukan
update antivirus secara berkala
ü
Ada
baiknya komputer server tidak digunakan untuk melakukan browsing dan juga
download file dari internet
ü
Selalu
gunakan antivirus yang berkualitas, dan genuine atau asli
3.
Keamanan
software
Teknisi jaringan komputer juga
harus peka terhadap kondisi keamanan software jaringan komputer. Ada beberapa
hal yang harus diperhatikan oleh para teknisis jaringan agar mampu menganalisa
software apa saja yang dibutuhkan pada sebuah jaringan komputer.
Kesalahan ataupun terlalu banyak
software yang diinstal atau bahkan terinstallnya software yang tidak
diperlukan, akan menyebabakan banyak cracker dan juga hacker mampu melakukan
proses cracking. Melalui software tersebut, yang menyebabkan data dari server
dapat diakses dengan mudah.
Pada dasarnya manajemen keamanan
sistem jaringan komputer yang baik akan membantu mencegah terjadinya gangguan
pada jaringan komputer yang tentu saja dapat berakibat fatal, seperti peretasan
terhadap informasi penting yang ada di dalam server. Dengan adanya sistem
keamanan jaringan komputer yang baik, maka hal ini dapat mencegah terjadinya
hal-hal yang tidak diinginkan.
Mengapa Keamanan Jaringan
Komputer Perlu dan Penting?
Sama seperti layaknya proteksi
dan juga keamanan komputer kita dari virus, maka keamanan jaringna komputer pun
sangat penting. Terkadang, ketika kita memiliki jaringan yang sudah cukup luas,
muncul beberapa resiko yang bisa terjadi, seperti :
Ø
Peretasan
atau hacking terhadap jaringan.
Ø
Pencurian
data dan file serta informasi penting.
Ø
Penyalahgunaan
sumber daya pada sebuah jaringan.
Ø
Kegagalan
pada jaringan, akibat ulah tangan tidak bertanggung jawab.
Ø
Jaringan
komputer yang tidak bisa bekerja dengan sempurna.
Ø
Performa
dari komputer server yang menurun, sehingga berpengaruh pada melambatnya proses
transmisi data.
Maka dari itu, itu mencegah
terjadinya hal-hal di atas, kita harus mampu untuk membentuk dan menyusun
kemanan jaringna komputer sedemikian rupa, agar tidak mudah mengalami hal
tersebut.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar